Kawal Ketahanan Pangan, Petakan Strategi Khusus Selamatkan Ratusan Hektare Sawah dari Kekeringan
Upnews.id PENAJAM – Sektor pertanian di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendapat perhatian yang sangat serius dari Bupati Mudyat Noor di tengah ancaman gelombang kemarau panjang. Pemkab PPU saat ini bekerja ekstra keras merumuskan skenario irigasi terintegrasi untuk menyelamatkan sedikitnya 223 hektare lahan sawah warga yang terancam kekeringan dan risiko gagal panen atau puso sepanjang periode Juli hingga Agustus 2026.
Langkah perlindungan ini dinilai sangat krusial dan mendesak mengingat Penajam Paser Utara memiliki total Lahan Baku Sawah (LBS) seluas 7.508 hektare yang menjadi fondasi utama ketahanan pangan daerah. Bupati Mudyat Noor menegaskan bahwa penanganan irigasi untuk sektor pertanian membutuhkan perhatian tersendiri karena karakteristik kebutuhan debit airnya yang jauh lebih besar dibandingkan kebutuhan pemukiman biasa.
Tantangan utama di lapangan terletak pada kondisi geografis PPU yang tidak didukung oleh keberadaan sungai air tawar berskala besar. Ketiadaan aliran sungai besar seperti Sungai Etam yang hampir tidak ada airnya membuat penyaluran air irigasi membutuhkan perhitungan teknis yang sangat matang. Meski demikian, keterbatasan alam tersebut tidak menyurutkan komitmen Pemkab PPU untuk terus memperjuangkan nasib para petani lokal.
“Kalau untuk pertanian butuh debit air yang sangat besar sekali dan semuanya berhubungan langsung dengan alam. Keberadaan sungai air tawar kita di Penajam agak sulit, Sungai Etam bisa dikatakan hampir tidak ada. Ini yang masih kita cermati dan cari solusinya,” ungkapnya, Senin (14/9/2026).
Pemkab PPU melalui Dinas Pertanian terus melakukan pendataan dan pemetaan lapangan secara presisi untuk meminimalkan dampak kerugian ekonomi di tingkat petani. Berbagai skenario darurat seperti optimalisasi pompanisasi, pembuatan sumur dalam, hingga koordinasi lintas sektoral terus dimaksimalkan agar distribusi air irigasi dapat menjangkau titik-titik sawah yang dalam kondisi kritis.
Komitmen penuh dalam mengawal sektor pertanian ini mempertegas posisi Pemkab PPU yang konsisten menjaga status daerah sebagai lumbung pangan potensial. Dengan pendampingan berkelanjutan dan perumusan kebijakan yang berpihak pada rakyat.
“Kami optimistis para petani daerah sanggup bertahan dan bangkit menghadapi tantangan iklim ekstrem ini,” tandasnya. (adv)





