Pemda Penajam Paser UtaraRagam

Pemkab PPU Matangkan Persiapan Festival Belian Adat Paser Nondoi 2026

upnews.id PENAJAM – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terus mematangkan berbagai langkah persiapan demi menyambut gelaran tahunan Festival Belian Adat Paser Nondoi 2026. Meski perhelatan tahun ini berlangsung di tengah kebijakan penyesuaian dan efisiensi anggaran daerah, agenda kebudayaan yang paling dinanti oleh seluruh lapisan masyarakat Paser tersebut dipastikan tetap berlangsung meriah tanpa mengurangi sedikit pun nilai sakralitas maupun kekhusyukan ritual adatnya.

Rapat koordinasi awal telah resmi digulirkan oleh pihak dinas bersama dengan Lembaga Adat Paser serta pengelola acara atau event organizer. Pertemuan krusial ini difokuskan untuk menyelaraskan Rencana Anggaran Biaya agar pemanfaatan alokasi dana dapat berjalan secara efektif, transparan, dan terhindar dari potensi tumpang tindih pada setiap item kegiatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten PPU, Aji Luqman Panji, mengatakan pembiayaan acara bersumber dari dua mata anggaran daerah.

“Kita rapat pertama dengan teman-teman Lembaga Adat Paser dan event organizer untuk membahas Rencana Anggaran Biaya. Ada dua mata anggaran untuk Nondoi, yaitu di DPA murni sebesar Rp200 juta dan tambahan pada anggaran perubahan sebesar Rp100 juta,” tutur Aji, Senin (5/10/2026).

Suntikan anggaran tambahan sebesar Rp100 juta tersebut dialokasikan khusus untuk menunjang kebutuhan seremonial serta pelaksanaan teknis di lapangan yang telah disesuaikan dengan Standar Satuan Harga dinas.

Festival kebanggaan masyarakat PPU ini rencananya akan diselenggarakan selama empat hari penuh, terhitung mulai tanggal 9 hingga 12 November. Pemadatan jadwal sengaja dilakukan hingga hari Kamis agar seluruh prosesi penutupan serta puncak ritual sakral Larung Jakit dapat berjalan secara maksimal, tertib, dan penuh khidmat.

Untuk meratakan kemeriahan, seluruh kecamatan di wilayah Penajam Paser Utara dipastikan turut berpartisipasi aktif. Setiap kecamatan mendapatkan alokasi anggaran tersendiri guna menampilkan sekitar tiga kelompok seni budaya lokal pada panggung malam hari. Pertunjukan seni tersebut dibatasi secara ketat hingga pukul 21.00 WITA agar arena kegiatan dapat segera disterilkan untuk persiapan ritual adat secara khusyuk.

Demi menjamin kelancaran, keamanan, dan kebersihan selama agenda berlangsung, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga menjalin sinergi kuat bersama sejumlah SKPD terkait, meliputi Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Dinas Lingkungan Hidup, serta Satuan Polisi Pamong Praja.

“Pembahasan lanjutan terus kami lakukan, sehingga acara nanti dapat berjalan lancar,” tutup Aji. (Adv)

Baca Juga

Back to top button