Bupati PPU Bakal Diberi Gelar Kehormatan pada Festival Nondoi November Mendatang
upnews.id PENAJAM – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) merencanakan pemberian gelar kehormatan adat Paser kepada Bupati PPU, Mudyat Noor. Prosesi penganugerahan adat tersebut dijadwalkan berlangsung pada panggung utama acara seremonial pembukaan Festival Nondoi yang akan digelar pada November mendatang.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disbudpar PPU, Aji Luqman Panji, mengatakan pemberian penghargaan adat kepada pejabat pimpinan atau pemangku kebijakan daerah merupakan tradisi penghormatan yang sudah berlangsung sejak lama. Namun, penetapan nama gelar secara pasti masih memerlukan pembahasan lanjutan dan koordinasi intensif bersama jajaran pengurus Lembaga Adat Paser (LAP).
“Gelar kehormatan ini memang diperuntukkan bagi pejabat negara, pimpinan pemerintah, atau penguasa daerah. Penyerahannya direncanakan secara langsung di lokasi prosesi adat pada saat pembukaan festival,” ucapnya, Senin (5/10/2026).
Aji Luqman secara khusus mengklarifikasi sebutan gelar yang bakal diberikan. Gelar yang disiapkan adalah Kakak Demong Agung Nata Negara, bukan Nata Diningrat. Ia menjelaskan bahwa frasa Nata Negara khusus diperuntukkan bagi jajaran pimpinan pemerintahan. Sementara itu, sebutan Nata Diningrat biasanya digunakan bagi tokoh yang memiliki trah atau garis keturunan bergelar Aji.
Koordinasi cermat dengan pengurus Lembaga Adat Paser dianggap sangat krusial untuk menentukan penomoran atau tingkatan gelar. Hal ini bertujuan untuk menciptakan penanda yang jelas agar tidak terjadi kekeliruan dengan para pemimpin PPU terdahulu yang sudah lebih dulu menerima gelar adat serupa.
Berdasarkan catatan historis Disbudpar Kabupaten PPU, penganugerahan gelar kehormatan ini telah tercatat beberapa kali. Pada 2007 gelar Kakak Demong Agung Nata Negara pertama dianugerahkan kepada mantan Bupati Yusran Aspar saat momen pengukuhan Dewan Adat Paser di Gunung Seteleng.
Kemudian 2018, gelar Kakak Demong Agung Nata Negara kedua disematkan kepada Abdul Gafur Mas’ud (AGM) dalam rangkaian ritual pesta adat Nondoi. Serta pada 2026 Noor diproyeksikan menjadi penerima gelar Kakak Demong Agung Nata Negara ketiga.
Pihaknya berharap Lembaga Adat Paser dapat mencermati penyesuaian urutan ini agar pemberian gelar kehormatan berjalan sakral dan berkesinambungan.
“Kita masukkan pemberian gelar saat acara seremonial Festival Nondoi nanti,” tutup Aji. (Adv)





