Rumput Laut Tembus 13 Ribu Ton Hasil Budidaya
upnews.id PENAJAM – Sektor perikanan budidaya di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus menunjukkan performa yang sangat mengesankan dalam menopang perekonomian daerah. Tak tanggung-tanggung, total akumulasi volume produksi dari sektor ini telah berhasil menembus angka yang fantastis, yakni berada di kisaran 13.000 ton.
Capaian angka ini menjadi bukti nyata atas pesatnya perkembangan potensi maritim yang dikelola secara aktif oleh kelompok masyarakat pembudidaya lokal di wilayah Benuo Taka.
Dari total belasan ribu ton hasil panen yang berhasil dihimpun tersebut, komoditas rumput laut tampil mentereng sebagai bintang utama. Hasil komoditas dari sektor budidaya perairan pantai dan pesisir ini mencatatkan kontribusi paling dominan, sekaligus menjadi mesin penggerak utama yang mendongkrak lonjakan tonase produksi perikanan di Kabupaten PPU secara signifikan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten PPU, Andi Trasodiharto, mengungkapkan pencapaian luar biasa ini merupakan hasil dari akumulasi berbagai sektor budidaya yang terus dikembangkan oleh masyarakat, mulai dari kawasan perairan air tawar hingga area tambak di sepanjang pesisir.
“Total produksi perikanan budidaya kita kurang lebih sekitar 13.000 ton. Jumlah tersebut sudah mencakup sektor perikanan air tawar yang saat ini berada di kisaran 3.000-an ton, serta pelbagai komoditas unggulan lainnya,” terang Andi, Kamis (8/10/2026).
Selain rumput laut dan perikanan air tawar, kejayaan sektor maritim PPU juga disokong kuat oleh ragam komoditas unggulan bernilai ekonomi tinggi lainnya, seperti ikan bandeng, udang, dan kepiting. Keberadaan kawasan tambak produktif yang membentang luas di sepanjang garis pantai PPU terbukti sangat efektif dalam menjaga konsistensi pasokan pangan berprotein bagi kebutuhan masyarakat.
Melihat besarnya potensi maritim yang dimiliki daerah, Pemerintah Kabupaten PPU berkomitmen penuh untuk terus memperkuat ekosistem budidaya dari hulu hingga ke hilir. Berbagai langkah strategis, mulai dari pembenahan sarana dan prasarana pendukung, pemberian pendampingan teknis secara berkala kepada para petambak, hingga optimalisasi efisiensi pengelolaan pascapanen, menjadi fokus perhatian utama pemerintah daerah.
“Sektor perikanan tidak hanya diharapkan mampu menjaga konsistensi produktivitasnya, melainkan juga bertransformasi menjadi pilar utama dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat PPU,” tutup Andi. (Adv)






