Upnews

Beda Metodologi, Fokus Perlindungan Warga Tetap Utama

upnews.id PENAJAM – Perbedaan laporan kualitas udara antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) di tengah maraknya kasus kebakaran lahan sempat memicu tanda tanya publik.

Menanggapi fenomena tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes PPU, dr Lukasiwan Eddy Saputro, memberikan klarifikasi mendalam untuk meluruskan kesalahpahaman sekaligus membeberkan langkah taktis penanganan dampak kabut asap.

Lukasiwan mengatakan, disparitas data yang muncul bukanlah sebuah kontradiksi, melainkan akibat perbedaan metodologi, cakupan lokasi, serta rentang waktu pengambilan sampel di lapangan. Jika DLH memfokuskan pengukuran pada empat titik strategis sesuai penugasan pemerintah provinsi dan pusat, Dinkes PPU justru memperluas jangkauan pemantauan ke 11 titik yang tersebar di wilayah kerja seluruh puskesmas.

“Pengukuran oleh Dinkes PPU tidak hanya mencakup area outdoor, melainkan juga area indoor di dalam rumah warga,” ucap Lukasiwan, Rabu (8/10/2026).

Tim khusus penanggulangan kabut asap pembentukan Dinkes PPU menyisir lapangan dua kali sehari, yakni pada pagi dan siang hari. Data pemantauan secara berkala tersebut diintegrasikan langsung ke Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops).

Dari hasil evaluasi rutin, tercatat pola fluktuatif: kondisi udara pada pagi hari cenderung berada pada kategori kurang baik akibat akumulasi asap malam hari, namun kualitasnya berangsur membaik saat memasuki siang hari di sebagian besar kawasan.

Sebagai langkah antisipasi dampak kesehatan masyarakat dan personel di lapangan, Dinkes PPU bergerak cepat mengajukan usulan bantuan logistik berupa masker dan paket vitamin ke Kementerian Kesehatan RI. Sambil menantikan pasokan tambahan dari pusat, optimalisasi stok mandiri daerah pun telah berjalan secara merata.

“Dinkes PPU juga telah mendistribusikan stok mandiri berupa masker dan vitamin kepada satgas kecamatan serta para petugas yang terlibat langsung dalam penanganan pemadaman kebakaran,” jelasnya.

Kendati fluktuasi indeks kualitas udara masih terjadi pada jam-jam tertentu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik berlebihan. Lukasiwan memastikan bahwa secara umum kondisi udara di wilayah Penajam Paser Utara masih relatif terkendali untuk mendukung aktivitas harian warga.

“Jarak pandang di wilayah PPU dinilai masih belum berada pada tingkat menyengat, dengan catatan masyarakat tetap disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan,” pungkasnya. (Adv)

Baca Juga

Back to top button