Tingkatkan Kualitas Layanan, Dispusip Kutim Genjot Akreditasi Perpustakaan Sekolah, Desa hingga Kecamatan
upnews.id SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) terus memperkuat fondasi budaya literasi dengan mematangkan standar pelayanan perpustakaan. Langkah nyata ini diwujudkan lewat Sosialisasi Akreditasi Perpustakaan Sekolah, Desa, dan Kecamatan Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Tempudau Kantor Bupati Kutim, Rabu–Kamis (19–20/8/2026).
Kegiatan yang dibuka Plt Asisten Administrasi Umum Sekretariat Kabupaten Kutim Ade Achmad Yulkafilah ini dihadiri perwakilan Disdikbud, Kementerian Agama, pengawas sekolah, serta ratusan pengelola perpustakaan dari seluruh jenjang se-Kutim.
Dalam sambutannya, Ade Achmad Yulkafilah mengapresiasi inisiatif Dispusip Kutim. Ia menegaskan akreditasi bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan sarana evaluasi berkelanjutan untuk menjamin perpustakaan benar-benar menjadi pusat pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.
“Jangan pandang akreditasi hanya untuk mengejar predikat. Jadikan ini momentum perbaikan berkelanjutan agar layanan perpustakaan semakin profesional, tertib, dan benar-benar bermanfaat bagi peningkatan wawasan masyarakat,” ujarnya.
Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pemberdayaan Kegemaran Membaca Dispusip Kutim, Muhammad Junaid, menjelaskan kegiatan berlangsung terbagi dua hari: hari pertama untuk pustakawan sekolah, sedangkan hari kedua diikuti 20 perwakilan perpustakaan desa dan kecamatan. Kuota dibatasi agar pendampingan terkait standar nasional dapat berjalan lebih mendalam dan efektif.
Materi disampaikan narasumber berkompeten: Marthen Rumana dari Dispusip Provinsi Kaltim dan Mustang dari Perpustakaan Universitas Mulawarman, yang mengupas tuntas mekanisme akreditasi, standar nasional, serta persiapan teknis yang harus dipenuhi.
Selain pemantapan akreditasi, Dispusip Kutim juga memaparkan deretan program literasi yang telah berjalan dan disiapkan ke depannya. Sepanjang 2026 telah digelar lomba bertutur, sosialisasi kewenangan perpustakaan bagi camat dan kades, serta pembinaan rutin ke berbagai kecamatan. Menyusul pada Oktober nanti bertepatan dengan HUT Kabupaten Kutim, akan digelar rangkaian besar mulai dari Dongeng 1.000 Anak, lomba mewarnai, cipta puisi, hingga puncaknya Anugerah Literasi Kutai Timur.
“Anugerah Literasi nanti akan menjadi momen apresiasi bagi para tokoh, penggiat, dan pemenang lomba. Ini bukti komitmen Pemkab Kutim bahwa literasi adalah investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah,” tambah Junaid.
Melalui sosialisasi ini, Pemkab Kutim menargetkan seluruh perpustakaan semakin siap memenuhi standar nasional, sehingga mampu menjadi ruang belajar yang setara, merata, dan menjadi rumah bagi tumbuhnya budaya baca di seluruh pelosok Kutai Timur.(Ir/adv)






