Pemda Penajam Paser UtaraRagam

Gali Potensi Ekonomi Kelautan, Dorong Pembangunan Pelabuhan Nenang

upnews.id PENAJAM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) bergerak cepat mengambil langkah strategis guna melipatgandakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus mengoptimalkan potensi besar sektor kelautan.

Salah satu terobosan utama yang kini tengah didorong secara serius adalah rencana usulan pembangunan Pelabuhan Nenang, yang diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah perairan PPU.

Bupati PPU, Mudyat Noor, menegaskan usulan pembangunan Pelabuhan Nenang memiliki tingkat urgensi yang sangat tinggi. Keberadaan infrastruktur kepelabuhanan yang modern dinilai bakal membawa dampak positif yang signifikan, serta memberikan kemanfaatan yang luar biasa bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat Benuo Taka secara luas.

“Sebetulnya kalau kita bilang urgensi, ini sangat urgensi sekali. Dari pelabuhan itu nantinya akan memberikan PAD yang besar bagi pemerintah dan kemanfaatan yang luar biasa bagi Kabupaten Penajam Paser Utara,” Jumat (9/10/2026).

Mudyat menambahkan, tingginya aktivitas serta kepadatan lalu lintas kelautan di kawasan pantai Penajam selama ini belum tergali secara maksimal untuk menyumbang penerimaan daerah. Guna merespons peluang tersebut, Pemkab PPU kini mematangkan berbagai persiapan teknis dan administratif, termasuk pembentukan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) yang ditargetkan rampung pada bulan depan.

Dari aspek ketersediaan lahan, Pemkab PPU memprioritaskan area yang secara teknis kepelabuhanan paling layak, meskipun saat ini statusnya masih milik masyarakat. Luas kawasan yang disiapkan direncanakan minimal berada di atas 10 hektar agar mampu menampung seluruh fasilitas operasional pendukung sebagai pusat ekonomi kelautan terpadu.

Menariknya, dari sisi teknis perairan, posisi Pelabuhan Nenang dinilai sangat ideal dan sangat memungkinkan untuk disandari oleh kapal-kapal berukuran besar. Lokasi ini menjadi opsi terbaik mengingat kawasan perairan di dalam Teluk Balikpapan kini cenderung mengalami pendangkalan dan kondisi lalu lintas kapalnya sudah sangat padat.

Kehadiran pelabuhan baru ini diharapkan menjadi solusi nyata bagi kapal-kapal besar yang selama ini hanya berlabuh di perairan lepas tanpa bersandar. Dengan fasilitas penunjang yang memadai, kapal-kapal tersebut nantinya dapat singgah untuk mengisi berbagai kebutuhan logistik dan operasional, sekaligus memicu perputaran roda perekonomian lokal secara berkelanjutan
.
“Memungkinkan sekali kapal besar untuk bersandar. Makanya, kita bangun pelabuhannya yang bagus, karena Balikpapan sudah tidak bisa lagi. Nah, sementara kalau kita membangun di wilayah Teluk Balikpapan, yang pertama perairannya dangkal, dan kedua lalu lintas kapalnya sudah sangat padat,” pungkas Mudyat. (Adv)

Baca Juga

Back to top button