Jalan Tani Rusak, Pemkab PPU Siagakan Dinas PUPR Percepat Perbaikan
upnews.id PENAJAM – Akses jalan yang memadai merupakan urat nadi perekonomian masyarakat, khususnya bagi para petani di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Menyadari betapa krusialnya jalur mobilitas dan distribusi hasil bumi.
Bupati PPU, Mudyat Noor, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk selalu merespons cepat setiap keluhan terkait kerusakan infrastruktur jalan pertanian di seluruh wilayah Benuo Taka.
Kerusakan akses jalan tani kerap menjadi kendala utama di lapangan yang menghambat pergerakan harian para petani serta memperlambat rantai distribusi hasil panen menuju pasar. Kondisi jalur yang rusak tidak hanya menyita waktu dan tenaga, tetapi juga berpotensi meningkatkan biaya logistik serta menurunkan efisiensi kerja masyarakat.
Memahami risiko tersebut, jajaran teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU terus disiagakan guna memantau dan menindaklanjuti setiap aduan warga secara tanggap.
“Terkait keluhan jalan, kami memang terus berupaya menindaklanjutinya secara maksimal. Selama ini kawan-kawan dari PUPR PPU sangat responsif dan bergerak cepat melakukan perbaikan, terutama ketika ada laporan resmi maupun informasi langsung yang masuk dari masyarakat,” katanya, Jumat (9/10/2026).
Meski respons cepat terus dilakukan, Mudyat menggarisbawahi bahwa efektivitas penanganan infrastruktur tidak dapat bergantung pada pemerintah semata. Kunci utama keberhasilan percepatan pembangunan serta pemeliharaan fasilitas publik berada pada kekuatan kolaborasi antarlini, mulai dari masyarakat di tingkat tapak hingga ke jajaran pemerintah daerah, provinsi, dan pusat.
“Kolaborasi dan sinergitas antara masyarakat pengguna sektor pertanian dengan pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat adalah fondasi yang harus terus kita perkuat. Melalui kerja sama yang solid dan komunikasi yang erat, setiap kendala yang dihadapi para petani dapat kita selesaikan secara bersama-sama,” lanjutnya.
Mudyat berharap pola komunikasi dua arah antara warga dan pemerintah dapat terus terjalin secara harmonis, proaktif, dan transparan. Dengan alur informasi yang lancar dari lapangan, setiap potensi kerusakan infrastruktur jalan dapat diantisipasi serta ditangani sedini mungkin, sehingga produktivitas sektor pertanian tetap terjaga dan roda perekonomian masyarakat PPU. (Adv)





