Tohar Ajak Pemuda Jadi Pelopor Pembangunan dan Penjaga Lingkungan
upnews.id PENAJAM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) menegaskan komitmennya untuk terus berjalan berdampingan dengan pemuda dalam membangun daerah dan menjaga kelestarian lingkungan.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar saat mewakili Bupati PPU, Mudyat Noor dalam pembukaan Rapat Pimpinan Wilayah II (RAPIMWIL II) Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Timur, Jumat (9/10/2026).
Tohar menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas terpilihnya Kabupaten PPU sebagai tuan rumah perhelatan strategis tingkat provinsi ini. Pemkab PPU berharap forum RAPIMWIL II tidak sekadar menjadi ajang konsolidasi internal, tetapi juga melahirkan program kerja konkret yang berdampak langsung bagi kemajuan masyarakat.
Mengutip tema kegiatan, “Bertumbuh dan Mengakar untuk Kalimantan Timur”, Tohar menekankan pentingnya pembentukan karakter generasi muda yang adaptif, berdaya saing, dan berpengetahuan tinggi tanpa melepaskan akar nilai agama, moral, serta kebudayaan bangsa.
“Harapan kita, apa yang dirumuskan dalam rapat ini melahirkan gagasan yang terarah dan mampu menjawab persoalan nyata di masyarakat. Pemkab PPU sangat terbuka untuk bersinergi dengan Pemuda Muhammadiyah dalam mendukung program pembangunan di tingkat daerah hingga nasional,” katanya.
Ia menambahkan bahwa organisasi kepemudaan memiliki kejelian dalam mengidentifikasi isu-isu sosial di lapangan, sehingga potensi tersebut harus dikolaborasikan dengan kebijakan pemerintah demi menghadirkan solusi yang tepat sasaran.
Tak hanya berfokus pada penguatan organisasi, Sekda Tohar memanfaatkan momentum tersebut untuk menyuarakan isu krusial lingkungan, terutama ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampaknya terhadap kualitas udara di wilayah Kalimantan Timur.
Berdasarkan laporan koordinasi kebencanaan daerah, Tohar mengungkapkan bahwa Kabupaten Paser saat ini telah menaikkan status dari Siaga Darurat menjadi Tanggap Darurat Bencana akibat lonjakan titik panas. Sementara itu, Kabupaten PPU masih bertahan pada status Siaga Darurat yang ditetapkan sejak akhir Juni lalu dengan kondisi titik api yang relatif terkendali.
Kendati demikian, masyarakat diimbau untuk tidak lengah dan menghentikan praktik pembakaran lahan sembarangan, terutama saat membuka areal perkebunan di tengah cuaca panas dan angin kencang.
Meskipun apresiasi setinggi-tingginya diberikan kepada jajaran BPBD, Pemadam Kebakaran, Manggala Agni, Satgas Karhutla, serta unsur TNI-Polri yang berjibaku di lapangan, Tohar menegaskan bahwa pencegahan karhutla tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada petugas.
“Pencegahan butuh kesadaran kolektif. Kami mengajak organisasi kepemudaan seperti Pemuda Muhammadiyah untuk mengambil peran aktif menjadi agen edukasi di tengah masyarakat, mengelorakan kepedulian lingkungan, serta bersama-sama menjaga kelestarian daerah kita,” pungkasnya. (Adv)





