Fokus Penataan Guru, Pemkab PPU Tunda Pengisian 22 Kursi Kepala Sekolah Definitif
upnews.id PENAJAM – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) mengambil kebijakan strategis dengan memprioritaskan penataan tenaga pendidik sebelum melakukan pengisian posisi kepala sekolah yang kosong.
Cara krusial ini diambil demi memastikan kualitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di dalam kelas tetap berjalan optimal dan tidak terganggu oleh persoalan ketimpangan distribusi tenaga pengajar.
Sekretaris Disdikpora Kabupaten PPU, Durajat, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sedikitnya 22 posisi kepala sekolah untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) serta Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang belum memiliki pejabat definitif.
Dari jumlah tersebut, kekosongan pimpinan paling dominan terjadi di tingkat Sekolah Dasar. Kendati demikian, pihak dinas menilai keberadaan Pelaksana Tugas (Plt) saat ini masih memadai untuk menjaga stabilitas dan roda kepemimpinan sekolah selama masa transisi.
Fokus utama Disdikpora PPU saat ini diarahkan pada pembenahan internal, khususnya merampungkan redistribusi dan pemenuhan kuota guru secara menyeluruh di seluruh wilayah. Berdasarkan pemetaan data terbaru, Kabupaten PPU masih menghadapi defisit sebanyak 97 tenaga pendidik.
“Kekurangan ini menjadi perhatian serius yang harus segera diselesaikan melalui kolaborasi berkelanjutan antarlini,” kata Durajat, Senin (12/10/2026).
Untuk menutupi kekosongan 97 guru tersebut, Disdikpora PPU telah membangun komunikasi intensif serta mengajukan usulan ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).
Salah satu strategi inovatif yang tengah digodok adalah menginventarisasi pegawai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PP3K) di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain yang memiliki kualifikasi serta latar belakang pendidikan formal sebagai pendidik.
Pendayagunaan kembali pegawai berlatar belakang guru ini diharapkan dapat menjadi formula cepat dan tepat sasaran. “Setelah proses penataan dan pemenuhan tenaga pengajar di ruang kelas rampung sepenuhnya, baru akan melanjutkan tahapan seleksi serta penetapan kepala sekolah definitif secara bertahap,” tandasnya. (Adv)





