
Upnews.id, Bontang – Sore di Anjungan Bontang Kuala, Kota Bontang, mendadak riuh dan penuh energi pada Sabtu (6/6/2026). Ratusan pecinta line dance dari berbagai daerah di Kalimantan Timur (Kaltim) berkumpul, melebur dalam keceriaan jamming bersama yang memadukan semangat olahraga dan alunan musik yang energik.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (PERWOSI) Kutai Timur ini mengusung tema “Olahraga dan Wisata Bersama”. Tidak tanggung-tanggung, panitia menyiapkan 12 lead lagu yang sukses mengajak para peserta dan pengunjung Bontang Kuala berkeringat bersama di bawah pendar matahari sore.
Baca juga : Banggakan Kutim, Perwosi Kutim Sabet Juara Penyaji Koreo dan Kostum Terbaik
Ketua PERWOSI Kutai Timur, Agustin Suharyati, mengungkapkan bahwa acara ini sebenarnya bermula dari ketidaksengajaan, dan banyak peminatnya dari berbagai daerah. “Ini menjadi ajang silaturahmi melalui jamming line dance dan senam bersama yang dihadiri lebih dari 100 peserta dari 3 daerah di Kaltim,” ujar Agustin.
Melihat antusiasme masyarakat yang luar biasa, Agustin berharap agenda ini bisa menjadi pemantik untuk terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun.
Selain sebagai ajang silaturahmi, PERWOSI Kutim memanfaatkan momen ini untuk mengedukasi masyarakat bahwa line dance adalah olahraga universal yang bisa dinikmati bukan hanya lansia namun juga anak-anak, remaja hingga dewasa.
Agustin menekankan pentingnya aktivitas fisik bagi para lansia agar tetap mandiri dan bahagia di usia yang tidak lagi muda.
“Lansia itu perlu olahraga, sayang kalau di rumah saja. Di sini kita punya teman, punya komunitas, bisa happy, senda gurau, dan berekreasi.” Ucapnya.
Baca juga : Festival Olahraga Masyarakat Balikpapan 2026 Sukses Jadi Lintas Generasi
Sehingga lansia tetap mandiri, produktif, dan tidak menyusahkan orang lain. Dimana usia 80 tahun itu masih ok untuk mengikuti gerakan line dance.
Di sisi lain, Ketua Ikatan Langkah Dansa Indonesia (ILDI) Provinsi Kaltim yang turut hadir, memberikan pesan agar ajang ini dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi, saling berbagi antar pengurus ILDI maupun PERWOSI.
Dirinya juga meminta para penggiat line dance untuk tidak cepat berpuas diri, terus mengasah kemampuan.
“Dari semua yang ditampilkan hari ini, jangan pikir sudah bagus dan aman, tetapi harus tetap berlatih. Setelah ini kita ketemu lagi dengan kemampuan yang lebih meningkat lagi,” tegasnya sembari mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh peserta.
Baca juga : Dispora dan KONI Kutim Siap Hadapi Porprov Kaltim ke VIII di Paser
Apresiasi setinggi-tingginya datang dari Pemerintah Kota Bontang melalui Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Kadisporapar) Bontang, Eko Mashudi. Menurutnya, acara ini merupakan wujud nyata dari konsep sport tourism.
Adanya Jammimg line dance ini dapat menyehatkan dan memotivasi masyarakat untuk aktif berolahraga. Serta memperkenalkan destinasi wisata lokal kepada penggiat olahraga luar daerah.
“Saya mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya dan terima kasih kepada Bapak/Ibu yang hadir melakukan jamming. Kegiatan ini menghibur sekaligus memotivasi masyarakat. Semoga ke depan bisa terus terlaksana dan berkolaborasi secara utuh dengan Pemkot Bontang,” kata Eko.
Eko juga menyapa hangat para peserta yang datang dari luar daerah, seperti Samarinda, dan Kutai Timur untuk menikmati keindahan Bontang Kuala.
“Selamat datang. Tidak ada salahnya sore ini kita menikmati matahari sore dari pelataran Kota Bontang. Semoga kita selalu sehat, pariwisata semakin maju, ekonomi kreatif semakin berdaya saing, dan warga Kaltim semakin berjaya,” tuturnya.
Baca juga : Dispora Kutim Gencar Gelar Event Olahraga
Keseruan hari itu tidak berhenti di anjungan. Kemeriahan berlanjut hingga malam hari dan ditutup dengan gala dinner glamour di Kafe Kapal Bontang Kuala.
Sembari menikmati santap malam di atas perairan Bontang, perwakilan dari setiap daerah kembali menunjukkan kekompakan mereka dengan memainkan beberapa gerakan line dance, menutup hari dengan tawa dan kebersamaan yang hangat. (An/Dr)

