Semarak Hari Anak Nasional, Dinkes Kutim Luncurkan Program PENTAS Kutim Tekan Angka Stunting
Upnews.id, Sangatta – Menyemarakkan peringatan Hari Anak Nasional ke-42, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) resmi meluncurkan program unggulan bertajuk Pelayanan Terpadu dan Serentak (PENTAS) Kutim dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di wilayah tersebut. Acara peluncuran digelar di Gedung Serba Guna Bukit Pelangi, Minggu (26/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri ratusan peserta dan dibuka langsung oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman.
Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, kegiatan ini juga menghadirkan tokoh perlindungan anak nasional, Kak Seto, dalam sesi talkshow inspiratif yang berlangsung hangat dan bermanfaat bagi seluruh peserta yang hadir.
Baca juga : Dinkes Kutim Tegaskan Komitmen Akselerasi Penanggulangan HIV/AIDS Menuju Bebas Kasus 2030
Sebagai Ketua Panitia sekaligus Kepala Dinkes Kutim, dr. Hj. Yuwana Sri Kurniawati, M.Si, menjelaskan bahwa program PENTAS merupakan proyek perubahan strategis yang dirancang untuk menjawab tantangan capaian penurunan stunting saat ini yang masih berada di angka 16%, sementara target nasional yang ditetapkan sebesar 14%.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan dengan sangat baik. Melalui momen ini, kita tidak hanya meluncurkan program, namun juga membuka wawasan masyarakat lewat pemaparan narasumber profesional. Kami berharap seluruh ilmu yang diperoleh dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar dr. Yuwana.
Salah satu persoalan utama yang dihadapi saat ini adalah rendahnya partisipasi masyarakat dalam memantau tumbuh kembang anak. Data menunjukkan, banyak orang tua berhenti membawa anak ke Posyandu setelah masa imunisasi rutin selesai di usia 9 bulan. Melalui PENTAS, Dinkim menerapkan 3 Lokus Utama untuk memperluas jangkauan penimbangan:
1. Jaringan Sekolah (PAUD/TK/RA) : Mulai 1 Agustus 2026, seluruh sekolah akan dilibatkan melakukan penimbangan serentak bagi anak-anak.
2. Gerakan Jemput Bola di komunitas : Bagi yang tidak datang ke Posyandu, kader kesehatan akan turun langsung ke lapangan mendata dan menimbang balita.
3. Standar di Seluruh Fasilitas Kesehatan: Ditetapkan SOP baru mewajibkan penimbangan berat badan, tinggi badan, dan lingkar lengan atas bagi setiap anak yang berobat ke rumah sakit swasta/negeri maupun praktik dokter atau bidan mandiri.
Target utama program ini adalah menaikkan cakupan penimbangan balita dari rata-rata 34% menjadi minimal 50%, dimulai secara bertahap di dua kecamatan percontohan: Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.
Seluruh hasil pemantauan akan tercatat secara terintegrasi dalam sistem aplikasi berbasis teknologi. Hal ini memudahkan pemerintah mendeteksi lokasi dan kelompok anak berisiko secara cepat, sehingga intervensi dapat dilakukan tepat sasaran.
Upaya ini juga tidak hanya berfokus pada anak, namun dimulai dari hulu: pembinaan kesehatan reproduksi remaja putri, pemberian asupan gizi dan tablet tambah darah bagi ibu hamil, serta bantuan makanan tambahan berbasis pangan lokal bagi balita berisiko.
“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendirian. Ini butuh sinergi lintas sektor, termasuk peran Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) untuk memastikan ketersediaan sanitasi layak dan septik tank guna menjaga kebersihan lingkungan,” tambahnya.
Baca juga : Kisah Inovasi Guru Mahakam Ulu, Sulap Pelepah Pisang Jadi Keripik Gurih
Dengan langkah nyata dan terpadu ini, Pemkab Kutim menargetkan lahirnya generasi penerus yang sehat, cerdas secara kognitif, serta tangguh secara mental, sejalan dengan semangat Hari Anak Nasional untuk melindungi dan memajukan masa depan anak Kutim. (Ir/Dr)






