Fokus pada Pelayanan Esensial, Dinkes PPU Jamin Sistem Rujukan Terpadu Bagi Pasien Kanker
upnews.id PENAJAM – Dalam rangka memperkuat tata kelola pelayanan medis berbasis efisiensi dan kualitas, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus mengoptimalkan peran fasilitas kesehatan daerah. Selain memastikan ketersediaan obat-obatan esensial di tingkat puskesmas dan rumah sakit daerah tetap stabil di tengah isu kenaikan biaya distribusi BBM, Dinkes PPU juga memperkuat sistem rujukan terpadu bagi pasien dengan kebutuhan medis tingkat lanjut.
Saat ini, layanan medis khusus seperti terapi kanker atau onkologi di RSUD Penajam Paser Utara belum dapat disediakan secara mandiri. Kondisi ini disebabkan oleh masih terbatasnya Sumber Daya Manusia (SDM) spesialis, ketersediaan sarana penunjang, hingga keberadaan infrastruktur medis terpadu yang memadai. Untuk menjamin penanganan pasien kanker tetap berjalan tanpa kendala, Dinkes PPU bekerja sama secara intensif dengan jaringan rumah sakit rujukan utama di Kalimantan Timur.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes PPU, dr Lukasiwan Eddy Saputro, menyampaikan bahwa pasien PPU yang membutuhkan terapi lanjutan onkologi dihubungkan secara sistematis ke fasilitas kesehatan terlengkap, seperti RSUD Kanujoso Djatiwibowo di Balikpapan dan RSUD Abdul Wahab Sjahranie di Samarinda.
“Kebutuhan pengobatan pasien khusus tetap menjadi prioritas kami melalui skema rujukan terintegrasi agar warga tetap mendapatkan penanganan terbaik dari para ahli,” katanya, Kamis (17/9/2026).
Langkah ini diimbangi dengan pemenuhan persediaan obat generik berkualitas prima di seluruh puskesmas PPU guna mendukung kesembuhan pasien dengan pengobatan dasar. Dinkes PPU berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapan infrastruktur kesehatan daerah secara bertahap.
“Sembari memastikan setiap warga berhak memperoleh akses pengobatan terbaik secara aman, cepat, transparan, dan terarah,” tandasnya.(adv)






