Kutai TimurRagam

DPPPA Kutim Kuatkan Komite Gender di PT IPS, Dorong Lingkungan Kerja Ramah Perempuan & Berkeadilan

upnews.id SANGKULIRANG — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) terus memperluas pengarusutamaan gender hingga ke sektor perkebunan kelapa sawit. Melalui kolaborasi dengan Yayasan Solidaridad, DPPPA Kutim menggelar kegiatan Pembentukan dan Penguatan Komite Gender bagi pekerja perempuan dan istri pekerja di PT Indonesia Plantation Sinergi (IPS), Rabu (26/8/2026), dengan tujuan membangun lingkungan kerja yang aman, adil, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan perempuan.

Kepala DPPPA Kutim Idham Cholid melalui Kepala Bidang Perlindungan Perempuan, Supianti, menegaskan bahwa Komite Gender bukan sekadar struktur organisasi, melainkan wadah hidup untuk komunikasi, edukasi, penyampaian aspirasi, serta perlindungan bagi pekerja perempuan maupun istri pekerja. “Kesetaraan gender bukan berarti menyamakan perempuan dan laki-laki, melainkan memberikan kesempatan, penghargaan, perlindungan, dan perlakuan yang adil sesuai peran dan kebutuhan masing-masing. Ini butuh kolaborasi pemerintah, perusahaan, pekerja, keluarga, dan mitra pembangunan seperti Yayasan Solidaridad untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan,” ujar Supianti.

Penguatan yang dilakukan mencakup penyusunan kembali struktur kepengurusan, penetapan tugas dan fungsi, penyusunan program kerja, hingga deklarasi dan pengukuhan komite. Martinus Martin, Koordinator Solidaridad Wilayah Kutim, menjelaskan bahwa keterlibatan seluruh pihak menjadi kunci agar komite tidak hanya berdiri di atas kertas, tetapi benar-benar bergerak menciptakan lingkungan kerja yang ramah perempuan, aman, dan nyaman.

DPPPA Kutim berharap PT IPS dapat menjadi percontohan bagi perusahaan perkebunan lainnya di Kutai Timur. Dengan Komite Gender yang aktif dan berdaya, diharapkan semakin banyak perempuan yang terlindungi, diberdayakan, dan berkontribusi secara maksimal — baik sebagai pekerja, ibu rumah tangga, maupun penggerak ekonomi keluarga dan masyarakat.(Ir/adv)

Baca Juga

Back to top button