KesehatanKutai Timur

Dinkes Kutim Perkuat Rantai Pertolongan Nyawa, Sosialisasi Kegawatdaruratan Neurologi bagi 80 Petugas Garda Terdepan

Upnews.id, Sangatta – Menit-menit pertama saat nyawa terancam adalah penentu keselamatan. Menyadari betapa krusialnya penanganan yang benar sejak awal, Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur (Dinkes Kutim) secara resmi menggelar Sosialisasi Kegawatdaruratan Neurologi di Ruang Meranti Sekretariat Kabupaten Kutai Timur, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan ini membuktikan keseriusan Dinkes Kutim menjamin setiap warga mendapatkan pertolongan yang tepat, cepat, dan aman sejak dari rumah atau lokasi kejadian.

Baca juga : Bersatu Menuju Bebas Penyakit Mematikan. Dinkes Kutim Gelar Forum Kemitraan, Perkuat Langkah Eliminasi AIDS, TBC dan Malaria

Pelatihan strategis ini diikuti 80 petugas garda terdepan, meliputi petugas Puskesmas, sopir ambulans desa, hingga petugas Pusat Pelayanan Keselamatan (PSC) 119 unit siaga 24 jam, yang siap merespons setiap panggilan darurat mulai dari kecelakaan, sakit mendadak, hingga permintaan penjemputan pasien stroke dari rumah.

Kepala Dinkes Kutim, dr. Hj. Yuwana Sri Kurniawati, M.Si., menegaskan alasan utama kegiatan ini: banyak kasus kegawatdaruratan saraf seperti stroke yang justru kondisinya memburuk karena penanganan awal yang kurang tepat sebelum tiba di rumah sakit.

“Kesalahan penanganan di menit-menit pertama bisa memperberat kondisi pasien, bahkan mengancam nyawa. Maka kami pastikan setiap petugas sopir, perawat, hingga petugas penjemput paham betul cara menolong sesuai standar. Agar saat mereka tiba di rumah sakit, kondisi pasien tetap terjaga dan peluang sembuh semakin besar.” tegas dr. Yuwana.

Materi disampaikan langsung oleh tim dokter spesialis ahli dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga, Sangatta Kutai Timur.

  1. dr. Zulmiaty, Sp.N. — Mengenali tanda awal penyakit saraf dan peran petugas pertama
  2. dr. Abdul Rahim, Sp.N. — Tata cara penanganan stroke terkini
  3. dr. Mirza Aditya, Sp.BS — Penanganan cedera kepala dan gangguan otak
  4. dr. Heru Kustono, Sp.BS., M.Ked.Klin., FIS — Rencana pengembangan layanan saraf menjadikan Kutim pusat pelayanan terpercaya.

Dinkes Kutim juga mengingatkan prinsip emas, semakin cepat dan tepat penanganan sejak awal, semakin besar harapan pasien selamat dan terhindar dari kecacatan permanen.

Baca juga : Dinkes Kutim Perkuat Kompetensi Tenaga Kesehatan, Gelar Pelatihan Kontrasepsi dan Berhenti Merokok

Langkah ini selaras dengan penetapan RSUD Kudungga sebagai Pusat Layanan Stroke, sehingga terbentuk jaringan pertolongan utuh dari rumah pasien, melalui penanganan petugas lapangan, hingga perawatan lengkap di rumah sakit.

Dengan pelatihan ini, Dinkes Kutim menegaskan komitmennya, tidak ada warga yang meninggal tanpa pertolongan yang benar. Mulai dari petugas PSC 119 yang siap siaga 24 jam, tim ambulans yang terampil, hingga tenaga medis di puskesmas. Semua telah dibekali kemampuan terbaik demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Kutai Timur. (Ir/Dr)

Baca Juga

Back to top button