Dinkes Kutim Gelar Pelatihan PDP HIV/AIDS, Perkuat Kompetensi Petugas Demi Layanan Berkualitas
Upnews.id, Samarinda – Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur (Dinkes Kutim) terus berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi Orang dengan HIV (ODHIV) secara menyeluruh.
Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP) HIV/AIDS bagi Petugas Kesehatan Tahun 2026, yang resmi dibuka dan berlangsung di Puri Senyiur, Samarinda, pada 11–13 Agustus 2026.
Baca juga : Dinkes Kutim Tegaskan Komitmen Akselerasi Penanggulangan HIV/AIDS Menuju Bebas Kasus 2030
Pelatihan ini diikuti oleh 35 tenaga kesehatan yang mewakili 7 Puskesmas se-Kabupaten Kutai Timur, meliputi Puskesmas Rantau Pulung, Batu Ampar, Karangan Dalam, Muara Ancalong, Long Masengat, dan Sandaran.
Para peserta terdiri atas dokter, perawat, bidan, analis laboratorium, hingga konselor, mereka menjadi unsur-unsur garda terdepan dan menjadi ujung tombak pelayanan di tingkat masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur, dr. Yuwana Sri Kurniawati dalam sambutan pembukaannya, menegaskan bahwa penanganan HIV/AIDS tidak cukup hanya dengan menjangkau kasus, melainkan harus diikuti dengan pelayanan yang komprehensif, berkesinambungan, dan sesuai standar.
Mulai dari diagnosis, pemberian terapi ARV, pemantauan klinis, pemeriksaan viral load, penanganan infeksi oportunistik, hingga pendampingan agar pasien tetap patuh berobat semuanya menjadi satu rangkaian mutu yang harus dikuasai petugas.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan seluruh petugas memiliki pemahaman yang sama terhadap pedoman pelayanan HIV terbaru dan mampu menerapkannya di tempat tugas masing-masing. Semakin tinggi kompetensi tenaga kesehatan, semakin baik pula mutu layanan, semakin luas jangkauan pengobatan, dan semakin terjaga retensi pasien, sehingga target program dan Standar Pelayanan Minimal bidang kesehatan dapat tercapai,” ujarnya.
Baca juga : Komitmen Kesehatan & Ketertiban, Pemkab Kutim Tegas Tertibkan Praktik Prostitusi Cegah HIV/AIDS
Agar materi yang disampaikan akurat, terkini, dan berstandar tinggi, Dinkes Kutim menghadirkan tim narasumber berkompeten dari berbagai institusi, yaitu:
- Dr. dr. Carta Agrawanto Gunawan, Sp.PD, K-PTI, FINASIM
- dr. Tiara Ramadhani Syammarhan, M.K.M
- Indra Wahyuni, S.Tr. Keb
- Apt. Intan Wandilla, M.Si
- Zuriati, Amd.Ak
- Reni Yusnita, S.P.
Para ahli ini berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, RSUD Abdul Wahab Sjahranie, serta Inspektorat, yang menyampaikan materi mencakup pedoman klinis, penjaminan mutu pelayanan, tata kelola pengobatan, hingga aspek pengawasan dan pelaporan.
Pelatihan ini tidak sekadar transfer ilmu, melainkan menjadi wadah diskusi dan pertukaran pengalaman antar-petugas dari berbagai wilayah. Pelatihan ini juga utk memenuhi target nasional eliminasi HIV AIDS di tahun 2030.
Terjalinnya jejaring kerja sama antar-puskesmas diharapkan semakin memperkuat rujukan dan pendampingan lintas wilayah, sehingga tidak ada satu pun warga yang membutuhkan layanan HIV/AIDS tertinggal atau terputus pengobatannya.
Baca juga : Berobat Teratur Bisa Sembuhkan HIV
Dengan berakhirnya pelatihan ini, Dinkes Kutim menargetkan seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh langsung di fasilitas kesehatan masing-masing.
Mutu pelayanan yang semakin baik, cakupan pengobatan yang semakin meluas, serta kepatuhan berobat yang semakin tinggi menjadi harapan sekaligus tolok ukur keberhasilan demi mewujudkan Kutai Timur yang semakin sehat, peduli, dan merangkul setiap warga tanpa terkecuali. (Ir/Dr)






