Bersatu Menuju Bebas Penyakit Mematikan. Dinkes Kutim Gelar Forum Kemitraan, Perkuat Langkah Eliminasi AIDS, TBC dan Malaria
upnews.id SANGATTA — Mewujudkan cita-cita mulia sejalan target nasional bersejarah: menghapus keberadaan AIDS, Tuberkulosis dan Malaria dari bumi Kutai Timur pada tahun 2030. Demi meraih tujuan emas ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur menggelar Pertemuan Penguatan Forum Kemitraan Penanggulangan AIDS-TBC-Malaria di Aula Dinas Kesehatan, Kamis (6/8/2026), menghimpun tekad bulat lintas instansi pemerintah, jajaran pemerintahan kecamatan hingga desa, tenaga medis, serta organisasi masyarakat yang peduli.
Kegiatan strategis ini menjadi bukti nyata bahwa tantangan luasnya wilayah, bentang alam beragam, hingga tingginya perpindahan penduduk tidak akan menjadi penghalang — justru menyatukan hati dan tenaga untuk saling melengkapi, berbagi peran, dan bekerja cerdas bersama.
Dalam arahan pembukaan, Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, dr. Hj. Yuwana Sri Kurniawati, M.Si., menegaskan sasaran jelas dan terukur yang harus dicapai bersama:
✅ Untuk AIDS: tercapai indikator sempurna 95-95-95 — 95% orang yang hidup dengan HIV mengetahui status kesehatannya dengan tes HIV, 95% yang terdiagnosis HIV mendapatkan pengobatan ARV, serta 95% yang menjalani pengobatan ARV berhasil menekan virus hingga tidak lagi menularkan kepada orang lain.
✅ Untuk Tuberkulosis: menurunkan jumlah kasus hingga 65 per 100 ribu penduduk dan memangkas angka kematian menjadi hanya 6 jiwa per 100 ribu penduduk.
✅ Untuk Malaria: menjaga kasus sangat jarang ditemukan, angka pemeriksaan positif rendah, hingga akhirnya nol kasus penularan lokal dan wilayah Kutim benar-benar bersih dari ancaman penyakit ini.
“Tidak bisa dicapai sendirian. Upaya kesehatan saja belum cukup. Diperlukan dukungan kuat dari perencana pembangunan, pemberdayaan masyarakat desa, perlindungan sosial, hingga dunia kerja — agar pelayanan menjangkau semua lapisan, adil, merata, dan memastikan setiap orang yang membutuhkan mendapat perhatian penuh.” — tegas dr. Yuwana mengajak sinergi kokoh.
Ia menambahkan, forum ini bukan sekadar pertemuan, melainkan wadah menyusun langkah terarah: memperluas pencegahan, menyebarluaskan edukasi, menemukan penderita lebih cepat, memastikan pengobatan tuntas hingga sembuh, serta menggerakkan warga ikut menjaga lingkungan sehat. Apresiasi mendalam disampaikan kepada semua mitra yang telah setia mendampingi kemajuan kesehatan daerah, berjanji terus bekerja berdasar data akurat dan berorientasi hasil nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas.
Selaras semangat persatuan, Ketua PPTI Kabupaten Kutai Timur, Ir. Hj. Siti Robiah, menyambut hangat dan mendukung penuh gerakan mulia ini. Ia menekankan komitmen bersama membasmi ketiga penyakit menular ini hingga ke pelosok pedalaman Kutim yang sulit dijangkau.
“Penyakit ini tidak mengenal batas wilayah, bisa muncul kembali jika lengah sekejap saja seperti bola memantul. Maka kita tidak boleh lelah bersatu, menyebarkan pemahaman luas, mendampingi warga di tempat terpencil, bergandengan tangan erat hingga Kutai Timur benar-benar bersih, sehat, bebas dari ancaman penyakit menular ini selamanya.” — ujarnya penuh keyakinan.
Langkah kemitraan yang terjalin erat ini menjadi pondasi kokoh. Dengan arah yang sama, pembagian tugas jelas, kepedulian tulus, dan semangat gotong royong yang tak tergoyahkan — cita-cita masyarakat Kutai Timur yang sehat, tangguh, bebas penderitaan akibat penyakit menular, dan siap melangkah maju menuju masa depan cerah bukan lagi mimpi semata, melainkan kenyataan yang sedang kita bangun bersama. (ir/adv)





