Sinergi BPJS Kesehatan & Puskesmas Kutim: Pacu Kinerja Menuju 100 Persen Optimal, Perkuat Layanan Pencegahan
upnews.id SANGATTA – Demi memastikan standar pelayanan kesehatan tingkat pertama semakin prima dan berdaya guna, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Kutai Timur menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) Semester I Tahun 2026. Berlangsung khidmat di Ruang Arau Kantor Bupati Kutim, Rabu (29/7/2026), kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi seluruh perwakilan puskesmas se-Kabupaten untuk memetakan capaian sekaligus merancang terobosan di paruh kedua tahun ini.
Capaian Gemilang & Target Lebih Tinggi
Kepala BPJS Kesehatan Kutim, Herman Prayudi, menyampaikan apresiasi tinggi atas kinerja yang ditunjukkan. Sebanyak 8 dari 21 puskesmas di wilayah ini telah berhasil meraih prestasi membanggakan dengan mencapai Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) 100%. Capaian ini menjadi fondasi kuat bagi kemajuan pelayanan kesehatan daerah.
“Kami berharap semangat ini menular ke seluruh jajaran. Target kita jelas: mendorong setiap puskesmas mencapai peringkat bintang 4. Evaluasi ini bukan sekadar soal angka, melainkan upaya bersama menemukan cara terbaik melayani masyarakat,” tegas Herman.
Layanan Tidak Hanya Mengobati, Tetapi Juga Mencegah
Salah satu fokus utama yang didorong adalah pergeseran pola pelayanan dari sekadar merawat yang sakit menjadi mengutamakan pencegahan dan promosi kesehatan. Herman menekankan pentingnya peningkatan angka kontak masyarakat melalui kunjungan sehat, edukasi rutin, serta pemeriksaan berkala.
Hal ini juga diterapkan secara ketat dalam Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Puskesmas didorong memaksimalkan edukasi, memanfaatkan sarana digital, serta menjamin kepatuhan pemeriksaan gula darah dan tekanan darah peserta secara teratur.
Komitmen Perbaikan Berkelanjutan
Menatap Semester II, seluruh puskesmas diharapkan mampu mengejar ketertinggalan indikator yang belum maksimal, memutakhirkan data pelayanan secara akurat, serta menjaga integritas penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari praktik yang tidak diinginkan.
Melalui kolaborasi erat ini, BPJS Kesehatan dan pemerintah daerah bertekad mewujudkan fasilitas kesehatan yang tangguh, berkualitas, dan benar-benar hadir menjaga derajat kesehatan masyarakat Kutai Timur secara menyeluruh. (Ir/adv)





