Layanan Adminduk Disdukcapil PPU Hadir di MPP IKN — Dekatkan Pelayanan, Manjakan Warga Sepaku
upnews.id PENAJAM— Kabar gembira bagi masyarakat Kecamatan Sepaku dan sekitarnya! Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus mendekatkan akses pelayanan administrasi kependudukan langsung ke kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), agar warga tak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke kantor pusat di Penajam.
Bertempat di Mal Pelayanan Publik (MPP) IKN — gedung Kementerian Koordinator IKN — kini tersedia layanan lengkap Adminduk yang hadir mendekatkan pelayanan ke tengah masyarakat.
Kepala Disdukcapil Kabupaten PPU, Waluyo, menyampaikan kehadiran layanan ini merupakan wujud komitmen nyata memudahkan warga di area delineasi IKN. Selama tiga bulan terakhir, program ini rutin berjalan sebagai bentuk aksi jemput bola pelayanan publik.
“Layanan di MPP IKN sudah berjalan tiga kali dalam tiga bulan terakhir. Di sana kami sediakan semua jenis pelayanan Adminduk secara lengkap: mulai penerbitan KTP-el, Kartu Identitas Anak (KIA), surat pindah datang, hingga akta kematian,” ujar Waluyo, Sabtu (3/10/2026).
Saat ini, pelayanan di MPP IKN memang baru dibuka secara berkala, yaitu dua hari di setiap akhir bulan. Waluyo tak menampik bahwa keterbatasan anggaran serta belum meratanya informasi di masyarakat menjadi tantangan utama. Meski begitu, potensi antusiasme warga Sepaku cukup tinggi.
Ke depannya, Disdukcapil PPU menargetkan untuk meningkatkan frekuensi layanan menjadi seminggu sekali, seiring dengan evaluasi kebutuhan warga dan ketersediaan anggaran. Menariknya lagi, MPP di kawasan IKN ini dirancang sebagai pusat integrasi berbagai instansi.
Selain Dukcapil, masyarakat juga bisa mengurus kebutuhan perizinan, layanan BPJS, Imigrasi, Taspen, hingga berbagai administrasi dari pemerintah daerah setempat dalam satu tempat.
“Bagi warga Sepaku dan sekitarnya yang ingin memperbarui atau membuat dokumen kependudukan baru, kini saatnya memanfaatkan fasilitas terpadu ini di akhir bulan tanpa harus membuang banyak waktu dan energi di jalan,” tutup Waluyo. (Adv)






