Keluarga Korban Penculikan Duga ada Motif Lain Selain Ekonomi
Upnews.id, Sangatta – Kasus penculikan anak yang mengguncang warga Sangatta, Kutai Timur, Kalimantan Timur, mengungkap fakta baru yang memilukan. Pihak keluarga korban membenarkan bahwa pelaku sempat meminta uang tebusan dalam jumlah fantastis, yakni sebesar Rp200 juta, agar korban bisa dipulangkan dengan selamat.
Ironisnya, setelah dilakukan pencarian intensif selama tiga hari, korban ditemukan justru dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Baca juga : Bocah Korban Penculikan di Sangatta Ditemukan Meninggal
Paman korban, Rahmad Syamsudin, membeberkan bahwa permintaan uang ratusan juta tersebut disampaikan oleh pelaku melalui sebuah pesan tertulis di sebuah kardus yang diletakan di rumah tetangga korban.
Dalam pesan tersebut, pelaku meminta uang dikirimkan ke nomor rekening miliknya dalam waktu yang sangat terbatas. Rahmad menilai, pelaku tampaknya memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, meskipun motif tersebut masih terus didalami oleh pihak berwajib.
“Untuk permintaan tebusan itu memang benar dari pelakunya. Sebenarnya tebusan itu kayaknya dia tidak terlalu memikirkan, karena ada motif yang lebih dari itu sebenarnya. Cuma itu nanti dibahas di pengadilan dan kepolisian,” sebut paman korban saat ditemui di Instalasi Forensik dan Medikolegal RSUD Kudungga.
Meski pelaku secara terang-terangan meminta uang tebusan, pihak keluarga mencurigai ada latar belakang lain yang memicu aksi nekat pelaku. Mereka menduga ada motif yang jauh lebih dalam ketimbang sekadar faktor ekonomi.
“Kalo untuk tebusan itu mungkin ya memanfaatkan kesempatan saja, sebenarnya motif utamanya bukan itu sebenarnya, tapi itu masih didalami oleh kepolisian,” tambahnya, pada (3/6/2026)
Baca juga : RSUD Kudungga Berhasil Jalani Operasi Bedah Saraf Lanjutan yang Kompleks dan Spesifik
Pelarian pelaku kini telah berakhir, Pria berinisial MY (32) yang diduga kuat sebagai dalang penculikan dan pembunuhan ini telah resmi diamankan oleh jajaran Polda Kaltim. Saat ini, MY tengah menjalani pemeriksaan maraton dan mendalam untuk mengupas tuntas motif sebenarnya di balik aksi kejinya.
Sementara itu, suasana duka mendalam masih menyelimuti kediaman korban. Usai ditemukan setelah pencarian selama tiga hari, jasad korban langsung disemayamkan di rumah duka dan telah dimakamkan oleh pihak keluarga pada Rabu malam. (An/Dr)






