Kutai TimurRagam

Rebutan Kuota Kerja 80 Persen, Ratusan Pemuda Kutim Berburu Sertifikasi Lewat Pelatihan BLK

Upnews.id, Sangatta – Sebanyak 688 pemuda pemudi di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berbondong-bondong mendaftarkan diri dalam program pelatihan kerja tahap kedua yang digelar di Aula BLK Mandiri, Jalan Sidodadi, Kelurahan Teluk Lingga. Mereka tengah bersiap merebut peluang kerja lokal yang kini diproteksi ketat oleh regulasi daerah.

Program strategis ini resmi dibuka langsung oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, pada Senin (6/7/2026). Pembukaan ditandai dengan penyematan atribut kepada perwakilan peserta, disaksikan manajemen perusahaan tambang, perhotelan, serta berbagai stakeholder terkait.

Baca juga : Pelatihan Operator Ekskavator hingga Instalasi Listrik Resmi Dibuka. Bupati : Siap Penuhi Kebutuhan Industri

Pelatihan intensif ini membuka tiga kejuruan yang paling diburu industri saat ini, Operator Ekskavator 462 pendaftar, Administrasi Perkantoran 184 pendaftar, dan Instalasi Listrik 42 pendaftar.

Manfaat nyata dari program ini langsung dirasakan oleh para peserta. Salah satunya adalah Rafissah Adelah Khairunnisa. Menurutnya, pelatihan selama 35 hari kerja ini (6 Juli hingga 24 Agustus 2026) bukan sekadar mengasah kemampuan teknis, melainkan juga mental profesional mereka.

“Ini menurut saya bagus banget ya, karena dia melatih soft skill kita juga sebelum terjun ke dunia kerja,” ungkap Rafissah dengan antusias.

Ia menilai pembekalan nonteknis seperti ini sangat krusial bagi generasi muda daerah agar siap bersaing tanpa rasa canggung saat memasuki iklim industri sesungguhnya. “Jadi, pas sudah ada di dunia kerja kita kayak enggak kaget karena sebelumnya udah pernah ikut pelatihan yang seperti ini,” pungkasnya.

Di sisi lain, Kepala Disnakertrans Kutim, Sulisman, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan senjata utama pemkab untuk mengeksekusi 50 program unggulan Bupati dan Wakil Bupati. Namun, program ini tidak akan berdampak maksimal tanpa adanya komitmen dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kutai Timur.

Baca juga : Disnakertrans dan DPRD Kutim Tindak Lanjuti Tuntutan RKB Soal PHK Pekerja Lokal

Sulisman memberikan peringatan tegas mengenai implementasi Perda Nomor 1 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan dan Perbup Nomor 6 Tahun 2024 sebagai aturan pelaksanaannya.

“Regulasi ini menegaskan bahwa tenaga kerja lokal harus diprioritaskan dengan kuota 80 persen tenaga lokal yang memiliki kompetensi dan sertifikasi yang diakui,” terang Sulisman.

Ia berharap, setelah digembleng hingga 24 Agustus mendatang, para alumni BLK ini bisa langsung diserap lewat program pemagangan di berbagai sektor raksasa di Kutim. “Semoga lulusan mendapat kesempatan magang di perusahaan-perusahaan yang ada di Kutim, baik itu pertambangan maupun perhotelan,” tuturnya.

Baca juga : Ketua Komisi D DPRD Kutim Bahas Isu PHK Buruh Perempuan Saat Hamil

Menutup rangkaian pembukaan, Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menjelaskan bahwa pemkab memegang tanggung jawab penuh agar warganya tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri. Pelatihan kerja ini adalah langkah nyata pemerintah dalam menjawab kebutuhan pasar industri yang dinamis.

Menurut Bupati Ardiansyah, program investasi SDM ini adalah bagian dari kewajiban mutlak pemerintah daerah untuk menyuplai tenaga kerja lokal yang kompeten, bersertifikat, dan siap pakai sesuai spesifikasi kebutuhan industri lokal saat ini. (Ir/Dr)

Baca Juga

Back to top button