Viral Video Perkelahian Antar Pelajar, Aparat Langsung Panggil Orang Tua
Upnews.id, Sangatta – Jagat maya baru-baru ini dihebohkan dengan beredarnya sebuah video viral yang memperlihatkan aksi perkelahian antar remaja di wilayah hukum Kutai Timur. Menanggapi keresahan warga, aparat kepolisian langsung bergerak cepat melacak para pelaku dan memproses insiden tersebut secara kekeluargaan.
Peristiwa ini bermula ketika sebuah video rekaman adu fisik yang melibatkan sejumlah remaja beredar luas di berbagai platform media sosial. Konten bermuatan kekerasan tersebut mendadak menjadi sorotan tajam dan memicu kekhawatiran masyarakat, khususnya warga di Kecamatan Muara Ancalong.
Baca juga : Fasilitas Perkantoran di Muara Ancalong Terendam Banjir
Merespons kegaduhan tersebut, Polsek Muara Ancalong tidak tinggal diam. Pada Senin (6/7/2026) lalu, petugas langsung mengidentifikasi para remaja yang ada di dalam video.
Polisi kemudian memanggil para pelaku beserta orang tua masing-masing untuk menghadiri rapat koordinasi khusus yang digelar di Kantor Desa Senyiur, Kecamatan Muara Ancalong.
Pertemuan krusial tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Muara Ancalong, IPTU Erwan Tri Yunanto. Jalannya mediasi dan klarifikasi ini juga dikawal ketat oleh perwakilan Koramil Muara Ancalong, Sekretaris Desa Senyiur, Ketua BPD, para kepala dusun, hingga jajaran ketua RT setempat.
“Para remaja yang terlibat beserta orang tuanya kami minta hadir untuk memberikan klarifikasi terkait kejadian tersebut. Kami juga memberikan imbauan dan teguran keras agar peristiwa serupa tidak terulang kembali, khususnya di Desa Senyiur,” tegas IPTU Erwan Tri Yunanto.
Dalam rapat tersebut, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan para ketua RT sepakat memilih jalur pembinaan terukur bagi para remaja tersebut. Langkah ini diambil agar memberikan efek jera tanpa harus merusak masa depan mereka, sekaligus memastikan situasi kamtibmas di Desa Senyiur kembali kondusif. Pihak desa pun mengapresiasi gerak cepat kepolisian yang berhasil meredam potensi konflik lanjutan.
Secara terpisah, Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, memberikan atensi mendalam terhadap fenomena kenakalan remaja digital ini. Ia mengimbau para orang tua agar memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak di luar rumah.
Baca juga : Bejat!!!! Pria Asal Desa Senyiur Setubuhi dan Bunuh Cucunya
Kapolres juga memberikan peringatan keras kepada generasi muda agar bijak bersosial media dan tidak nekat membuat konten kekerasan demi sekadar mencari panggung atau atensi netizen.
“Peran keluarga, sekolah, dan lingkungan sangat penting dalam mengawasi serta membina anak-anak. Jika terjadi persoalan, selesaikan dengan cara yang baik dan jangan menyelesaikannya dengan kekerasan,” pungkas AKBP Fauzan Arianto.
Pihak Polres Kutim kini mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk potensi gangguan keamanan secara dini agar bisa langsung ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan. (Sy/Dr)






