Kutai TimurPendidikanRagam

Lindungi Generasi Muda dari Napza, BNNK Kutim Sasar MPLS SMK Singa Geweh

Upnews.id, Sangatta – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kutai Timur terus bergerak masif dalam menekan angka penyalahgunaan narkotika, khususnya dari lingkungan pendidikan.

Memanfaatkan momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Kepala BNNK Kutim turun langsung membekali para siswa baru di SMK Singa Geweh, Kecamatan Sangatta Selatan, Rabu (15/7/2026) kemarin.

Baca juga : Polres Kutim dan BNN Gagalkan Peredaran 92 Kg Sabu dan 1000 Catridge Vape

​Langkah edukatif ini menjadi bagian dari komitmen nyata BNNK Kutim untuk membangun benteng pertahanan sejak dini dari lingkungan sekolah. Guna menyelamatkan generasi masa depan Kutai Timur dari ancaman narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya (Napza).

Kepala BNNK Kutim, AKBP Risnoto, menegaskan bahwa dunia pendidikan merupakan sektor krusial yang harus dilindungi. Di hadapan 73 siswa baru serta jajaran dewan guru, ia membeberkan fakta mencengangkan mengenai ancaman narkotika dari tingkat nasional hingga daerah yang kian mengkhawatirkan.

​”Saat ini potensi pasar narkotika di Indonesia telah mencapai 3,66 juta orang dengan jaringan internasional yang masif. Bahkan, dunia kini mendeteksi adanya 1.386 varian New Psychoactive Substances (NPS) atau narkotika jenis baru,” ungkap AKBP Risnoto di Ruang Kesehatan SMK Singa Geweh.

​Untuk memberikan gambaran nyata mengenai canggihnya penyelundupan narkoba saat ini, AKBP Risnoto memaparkan kasus besar yang baru saja digagalkan BNN RI bersama Bea Cukai pada awal Juli 2026. Petugas berhasil mengendus penyelundupan ganja seberat 3,37 ton dari Thailand di Pelabuhan Tanjung Priok yang disembunyikan di dalam empat kontainer bermodus impor resmi.

​Selain memaparkan ancaman berskala besar, BNNK Kutim juga menaruh atensi khusus pada tren kenakalan remaja di tingkat lokal, salah satunya adalah perilaku menyimpang menghirup lem atau “ngelem”.

Baca juga1 Polisi Gugur 2 Menghilang, Dalam Operasi Pemberantasan Narkoba di Katingan

AKBP Risnoto memperingatkan para siswa secara keras mengenai dampak fatal dari zat adiktif ringan yang kerap disalahgunakan ini. Menurutnya, efek dari menghirup lem tidak bisa diremehkan karena memicu kerusakan permanen pada organ vital.

“Kerusakan permanen pada otak, hati, dan ginjal. Hingga gejala fisik, seperti mimisan, hilang ingatan secara bertahap, hingga kehilangan kendali tubuh,” tegasnya.

​Di akhir pemaparannya, Kepala BNNK Kutim mengimbau dengan sangat, agar seluruh siswa baru yang baru saja diterima di SMK Singa Geweh dapat menjaga diri dan tidak sekali-kali mencoba narkotika maupun zat adiktif lainnya.

​”Kalian baru saja memulai langkah baru di SMK ini. Jangan hancurkan masa depan dan harapan orang tua hanya karena rasa penasaran sesaat. Katakan tidak pada narkoba,” tegasnya.

Baca juga : Ardiansyah Sulaiman Terima Penghargaan dari Kepala BNN RI

​Kegiatan penyuluhan P4GN ini juga dihadiri oleh Kasubag Umum BNNK Kutim Eko Prasetya Prayoko, serta P2M BNNK Kutim AKBP Sarwono Hidayat. yang turut mengawal jalannya edukasi preventif tersebut hingga selesai dengan aman dan tertib. (An/Dr)

Baca Juga

Back to top button