BNNK Kutim Sampaikan Bahaya “ngelem” Kepada Siswa SMPN 3 Sangatta Utara
Upnews.id, Sangatta – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kutai Timur terus bergerak masif dalam menekan angka penyalahgunaan narkoba di wilayah hukumnya. Kali ini, BNNK Kutim membidik ratusan pelajar yang baru saja memasuki jenjang sekolah menengah pertama untuk diberikan edukasi dini mengenai bahaya laten narkotika.
Bertempat di Ruang Aula SMP Negeri 3 Sangatta Utara, Kecamatan Sangatta Utara, jajaran Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNK Kutim hadir sebagai narasumber dalam agenda Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Kamis (16/7/2026) siang.
Baca juga : Polres Kutim dan BNN Gagalkan Peredaran 92 Kg Sabu dan 1000 Catridge Vape
Kepala BNNK Kutai Timur, AKBP Risnoto, menegaskan bahwa intervensi pencegahan harus dilakukan sedini mungkin, khususnya saat anak-anak bertransisi memasuki lingkungan sekolah yang baru.
“Masa remaja, khususnya saat baru masuk SMP, adalah fase krusial di mana rasa ingin tahu anak sangat tinggi. Oleh karena itu, pencegahan sejak dini wajib kita lakukan agar mereka memiliki imun dan tameng yang kuat untuk menolak segala bentuk bujuk rayu penyalahgunaan barang haram tersebut,” ujar AKBP Risnoto.
Kegiatan sosialisasi bertajuk “Bahaya Napza” ini diikuti dengan antusias oleh 180 siswa-siswi baru SMP Negeri 3 Sangatta Utara. Dalam pemaparannya, tim narasumber BNNK Kutim membekali para siswa mengenai pemahaman dasar jenis-jenis NAPZA serta dampak buruk jangka panjangnya bagi masa depan.
Secara khusus, BNNK Kutim memberikan atensi lebih terhadap tren negatif yang kerap menyasar anak usia sekolah tingkat pertama, salah satunya adalah kebiasaan menghirup lem (ngelem).
AKBP Risnoto mengingatkan bahwa dampak dari aktivitas tersebut sangat fatal dan tidak boleh diremehkan. Mulai dari kerusakan organ permanen, seperti otak, hati, hingga ginjal. Serta mengakibatkan gangguan saraf, pendarahan hidung (mimisan), hingga penurunan prestasi, lantaran hilangnya konsentrasi belajar secara drastis yang dapat menghancurkan masa depan.
Baca juga : Polres Kutim Gagalkan Peredaran 11 Paket Sabu di Desa Singa Geweh
Di hadapan para siswa, dipaparkan pula data mencengangkan mengenai ancaman narkotika di skala nasional. Saat ini, pangsa pasar gelap narkoba di Indonesia diperkirakan telah mencapai 3,66 juta orang dengan jaringan internasional yang terus meluas.
Lebih mengkhawatirkan lagi, saat ini telah ditemukan sedikitnya 1.386 jenis narkotika baru atau New Psychoactive Substances (NPS) yang terus diwaspadai perkembangannya.
Sebagai bukti nyata keseriusan negara dalam memerangi penyelundupan narkoba, disosialisasikan pula keberhasilan BNN RI yang baru-baru ini berhasil menggagalkan penyelundupan 3,37 ton ganja asal Thailand berkedok impor resmi di Pelabuhan Tanjung Priok pada awal Juli 2026.
Melalui edukasi yang komprehensif ini, AKBP Risnoto berharap para siswa baru SMPN 3 Sangatta Utara tidak hanya sekadar tahu, tetapi juga berani menjadi agen perubahan di lingkungannya.
Baca juga : Ketahuan Bawa 3 Kg Sabu, Perempuan Ini Akui Edarkan dengan Sistem Jejak
“Kami ingin anak-anak kita memiliki karakter yang kuat. Ketika ada yang menawarkan, mereka berani bilang ‘Tidak pada Narkoba’. Dengan begitu, kita bisa mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih dari narkoba (Bersinar) di Kutai Timur,” pungkasnya. (Put/Dr)






