Kaltim

Ini Alasan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Tidak Temui Masa Aksi 214

Upnews.id, Samarinda – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, akhirnya angkat bicara mengenai alasannya tidak menemui langsung massa dari Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim. Sebelumnya, kelompok tersebut menggelar unjuk rasa di depan Kantor Gubernur, Jalan Gajah Mada, Samarinda, pada Selasa (21/4/2026) lalu.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Kaltim sangat terbuka untuk berdialog. Namun, Rudy menilai ada risiko keamanan yang terlalu besar jika dirinya harus berhadapan langsung dengan ribuan demonstran di lapangan terbuka.

Baca juga : Hindari Kemacetan Saat Aksi 21 April di Samarinda, Mantan Kabag Ops Polres Kutim Berikan Arahan

“Pertama terkait dengan keamanan,” ungkap Rudy Mas’ud.

Selain faktor keamanan, prosedur operasional standar (SOP) terkait keprotokolan penerimaan tamu pemerintah juga menjadi pertimbangan.

Ia tetap pada pendiriannya bahwa penyampaian aspirasi akan lebih efektif jika dilakukan melalui ruang dialog yang kondusif, bukan di tengah kerumunan demonstrasi.

“Saya menawarkan untuk dialog,” tambahnya.

Pihak pemerintah sebenarnya telah menyiapkan ruangan khusus di Kompleks Kegubernuran Kaltim untuk berdiskusi, sayangnya tawaran tersebut ditolak oleh pihak demonstran. “Kami sudah minta masuk, tapi massa kan menolak,” ujar Rudy.

Menurutnya, memaksakan diskusi di tengah aksi massa sangat berisiko membuat emosi tidak terkendali. Ia memastikan situasi seperti itu tidak akan menghasilkan solusi atau titik temu antara pemerintah dan masyarakat.

Baca juga : Kawal Aksi 21 April, Polresta Samarinda Siagakan 1.079 Personel Gabungan

“Situasi lapangan, maka akan sesuai dengan panasnya lapangan,” tegasnya saat conferensi pers pada (23/04/2026)

Alasan lain yang tak kalah penting, Rudy menegaskan bahwa penjelasan pemerintah membutuhkan pemaparan data yang konkret. Hal ini mustahil dilakukan di jalanan.

Ia berharap perwakilan massa bisa masuk ke kantor gubernur agar dapat melihat langsung data riil dari program-program yang telah dijalankan oleh pemerintah.

“Saya tidak bisa asal bunyi, harus by data,” tutupnya. (An/Dr)

Baca Juga

Back to top button