Bupati Kutim Tantang Perusahaan Kelapa Sawit Bangun Pabrik Biodiesel di KEK MBTK
Upnews.id, Sangatta – Rapat Rutin Koordinasi (Rakor) Pimpinan Daerah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) di ruang Panel DPRD Kutim, Bukit Pelangi Kawasan Pemerintahan Bukit Pelangi, Sangatta Utara.
Rakor tertutup yang dipimpin langsung Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dan dihadiri Wakil ketua I DPRD Kutim Sayid Anjas serta unsur pimpinan Forkopimda itu membahas terkait optimalisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) sebagai pusat pengolahan turunan sawit.
Baca juga : KEK MBTK Dapat Investor Bakal Bangun Bulking Station CPO
Ditemui usai Rakor, Bupati Ardiansyah Sulaiman menjelaskan. Saat ini Pemerintah daerah (Pemda) tengah berupaya mengubah status Kutim dari sekadar produsen bahan mentah menjadi pusat industri manufaktur hijau.
Langkah ini diambil menyusul arahan pemerintah pusat yang menempatkan kelapa sawit sebagai komoditas strategis nasional untuk ketahanan energi.
Orang nomor satu di Pemkab Kutim itu menilai, keterlibatan aktif perusahaan perkebunan besar yang beroperasi di Kutim sangat krusial untuk menghidupkan aktivitas ekonomi di kawasan Maloy yang selama ini telah disiapkan infrastrukturnya.
Baca juga : Fasilitas Dasar Sudah Disiapkan, KEK Maloy di Kutim Siap Beroprasi.
Lebih lanjut. Ia menegaskan, pemerintah membutuhkan kerjasama dengan perusahaan dalam mengembangkan KEK Maloy. Oleh karena itu, dirinya mendorong adanya sinergi antara pemerintah dengan investasi nyata dari para pengusaha sawit untuk membangun fasilitas pemurnian di lokasi tersebut.
“Saya minta dewan nanti menyurati Bupati, agar memanggil semua perusahaan kebun sawit untuk segera membangun kilang minyak refinery di KEK Maloy, dan mudah-mudahan di antara mereka ada yang siap membangun biodieselnya,” tegasnya.
Selain pembangunan pabrik pemurnian refinery, bupati berharap adanya investor yang berani melangkah lebih jauh dengan membangun pabrik biodiesel.
“Itu merupakan solusi jangka panjang untuk menekan biaya logistik sekaligus menciptakan lapangan kerja baru yang signifikan bagi penduduk lokal di sekitar pesisir Kutim,” pungkasnya. (Ir/Dr)






