Pesta Adat Lom Plai Masuk KEN, Wabup : Kekayaan Budaya Jadi Daya Tarik
Upnews.id, Muara Wahau – Pesta Adat dan Budaya Wehea Lom Plai berlangsung meriah di Desa Nehas Liah Bing, Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Rabu (22/04/2026).
Perayaan syukur atas panen padi yang berlangsung sejak tanggal 15 sampai 22 April 2026 ini menjadi pusat perhatian nasional dengan kehadiran Asisten Deputi Event Daerah Kemenpar RI Reza Pahlevi, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim Ririn Sari Dewi, Plt Kepala Dispar Kutim Akmad Rifanie dan Staf Ahli Bupati Bidang Pemhukpol Yuriansyah.
Baca juga : Lom Plai Bisa Digelar Secara Internasional Karena Kekayaan Budaya Wehea
Asisten Deputi Event Daerah Kemenpar RI, Reza Pahlevi, menyampaikan bahwa perayaan Lom Plai Kutim telah masuk dalam kalender nasional melalui proses seleksi yang sangat ketat dari ratusan ajang di seluruh Indonesia.
Menurutnya. Lom Plai tahun ini terpilih masuk ke dalam 125 event pilihan nasional dari sekian banyak usulan. Ini adalah cara efektif untuk mendatangkan wisatawan dengan tetap mengangkat tradisi yang telah lestari dari warisan leluhur.
“Mari kita bersama-sama menjaga komitmen ini agar ekonomi masyarakat tumbuh seiring dengan kemajuan pariwisatanya,” jelas Reza.
Ditempat yang sama. Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud yang dalam hal ini diwakili Kadis Pariwisata Prov Kaltim Ririn Sari Dewi, turut menyampaikan bahwa festival ini adalah cerminan keharmonisan antara manusia, pencipta dan alam semesta. Selain itu, Festival Lom Plai itu merupakan wujud nyata syukur atas kelimpahan hasil panen padi yang diberikan Tuhan.
“Masuknya kegiatan ini ke dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 adalah bukti bahwa nilai-nilai filosofis dan kebersamaan masyarakat Dayak Wehea layak diapresiasi secara luas. Kami di tingkat provinsi akan terus mendukung penuh promosi budaya ini,” kata Ririn.
Baca juga : Kegiatan Jelajah Pulau Miang Diusulkan Jadi Agenda Tahunan Pariwisata Kutim
Sementara itu. Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman dalam hal ini diwakil Wakil Bupati, Mahyunadi. Mengatakan bahwa kehadiran perwakilan dari Kementerian Pariwisata dan Pemerintah Provinsi merupakan suntikan semangat bagi masyarakat Kutai Timur untuk terus melestarikan adat istiadat.
Dihapasan seluruh hadirin, dirinya menekankan bahwa Lom Plai bukan sekadar seremonial, melainkan aset wisata yang mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat lokal. Oleh karena hal tersebut ia merasa bangga, karena tradisi yang dijaga turun-temurun oleh masyarakat Wehea kini mendapat pengakuan nasional.
Orang nomor dua di Pemkab Kutim itu mengaku akan terus berkomitmen dan berupaya membenahi infrastruktur pendukung agar para wisatawan yang datang merasa nyaman.
“Melalui perayaan Lom Plai ini, kita tunjukkan bahwa kekayaan budaya kita adalah daya tarik utama yang tidak dimiliki daerah lain,” ujarnya.
Baca juga : Event Tahunan Lom Plai Majukan Pariwisata dan Budaya
Kepala Adat Tristian Hasmadi juga menjelaskan, bahwa seluruh rangkaian kegiatan Lom Plai, mulai dari ritual pembersihan kampung hingga puncak acara, dilakukan dengan mengikuti aturan adat yang sakral. Menurutnya, menjaga keaslian ritual adalah kewajiban mutlak agar makna dari Lom Plai tidak bergeser.
Dirinya mengaku. Lom Plai ini merupakan jati diri kami (Dayak) sebagai etnis Wehea yang diberikan oleh Tuhan melalui leluhur. Kami sangat menjaga agar tidak ada modifikasi atau kreasi baru yang dapat merusak tatanan asli ritual ini.
“Kami merasa terharu dan berterima kasih karena, pemerintah hadir dan mengakui bahwa budaya kami memiliki nilai yang sangat tinggi bagi bangsa ini,” pungkasnya. (Ir/Dr)






