Kawal Aksi 21 April, Polresta Samarinda Siagakan 1.079 Personel Gabungan
Upnews.id, Samarinda – Polresta Samarinda mulai mematangkan strategi pengamanan jelang aksi unjuk rasa besar-besaran yang akan digelar oleh Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim pada Senin, 21 April 2026 mendatang. Sebanyak seribu lebih personel gabungan disiapkan guna menjamin situasi tetap kondusif di ibu kota provinsi.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan intensif terhadap rencana aksi yang akan dipusatkan di dua titik vital, yakni Kantor DPRD Provinsi Kaltim dan Kantor Gubernur Kaltim.
Baca juga : Abdul Giaz Desak Gubernur Segera Terima Audiensi Honorer Kaltim
Dalam rencana pengamanan kali ini, Polresta Samarinda tidak main-main. Sebanyak 1.079 personel disiagakan, yang terdiri dari 919 personel Polri serta 160 personel gabungan dari unsur TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Damkar, tenaga kesehatan, hingga relawan.
“Kami sudah melakukan monitoring sejak dini. Fokus utama kami adalah memberikan pengamanan sekaligus pelayanan agar penyampaian aspirasi dari rekan-rekan Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim berjalan aman, tertib, dan kondusif,” ungkap Kombes Pol Hendri Umar.
Ia juga menambahkan bahwa jika jumlah massa membludak melebihi estimasi awal, Polresta Samarinda telah berkoordinasi dengan Polda Kaltim untuk bantuan tambahan dari satuan Dalmas, Samapta, hingga Brimob.
Mengingat waktu pelaksanaan aksi masih satu pekan ke depan, Kapolresta mengimbau kepada seluruh peserta aksi maupun masyarakat luas untuk menjaga kondusivitas kota. Ia menekankan pentingnya menghormati hak pengguna jalan lain selama aksi berlangsung.
“Penyampaian aspirasi adalah hak warga negara yang dilindungi undang-undang. Namun, kami berharap dilakukan dengan cara yang damai, tidak anarkis, dan mematuhi aturan. Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya,” tegasnya di kutip dari Samarinda Pos.
Baca juga : 7 Fraksi DPRD Kaltim Sampaikan Pandangan Umum atas Nota Keuangan P-APBD 2025
Terkait jumlah massa, pihak kepolisian menyebut angka tersebut masih sangat dinamis. Polresta Samarinda akan terus memantau perkembangan di lapangan guna menyesuaikan pola pengamanan secara berkala.
“Jumlah massa bisa bertambah atau berkurang seiring waktu. Kami akan menyesuaikan pola pengamanan secara fleksibel di lapangan untuk memastikan ketertiban umum di Kota Samarinda tetap terjaga tanpa gangguan kamtibmas,” pungkas Hendri Umar. (An/Dr)






