EkonomiKutai Timur

Dorong Penguatan Gizi Keluarga, Bupati Ardiansyah Apresiasi Inovasi Pangan Lokal

Upnews.id, Sangatta – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, memberikan dukungan penuh terhadap pemanfaatan pangan lokal yang bergizi dan aman bagi masyarakat. Hal itu disampaikannya saat meninjau langsung stan peserta Lomba Masak Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) yang digelar oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Kutim di Gedung Wanita Bukit Pelangi.

Didampingi Ketua TP PKK Kutim, Siti Robiah Ardiansyah, Bupati Ardiansyah menyambangi satu per satu stan perwakilan dari 18 kecamatan se-Kabupaten Kutim. Ia berdialog langsung dengan para peserta mengenai bahan baku, proses pengolahan, hingga inovasi penyajian menu sehat berbasis potensi daerah.

Baca juga : Warga Desa Mandu Dalam Gelar Lemangan, Wujud Syukuran Pasca Panen

Bupati Ardiansyah menekankan pentingnya kreativitas dalam pengolahan pangan agar pemenuhan gizi keluarga terasa lebih menyenangkan dan tidak membosankan.

“Kreativitas dalam mengolah makanan menjadi bagian penting dalam mendorong keluarga untuk menghadirkan menu sehat sekaligus menarik di lingkungan rumah tangga,” ujar Ardiansyah.

Ia menambahkan, pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga tidak selalu harus ditopang oleh bahan makanan berharga mahal. Pemanfaatan bahan pangan lokal yang tersedia di lingkungan sekitar justru dapat menjadi pilihan utama apabila diolah secara higienis, tepat, dan memenuhi kaidah gizi.

Senada dengan hal tersebut, Ketua TP PKK Kutim, Siti Robiah Ardiansyah, menegaskan bahwa peran keluarga khususnya ibu sangat strategis sebagai garda terdepan dalam membentuk pola makan sehat anak sejak dini.

“Keluarga memiliki posisi penting dalam membentuk pola makan, terutama bagi anak-anak. Kebiasaan mengonsumsi makanan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman sejak dini diharapkan dapat mendukung tumbuh kembang sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” tegas Siti Robiah.

Kegiatan yang berlangsung semarak di Gedung Wanita Kutim ini tak sekadar menjadi kompetisi memasak, tetapi juga ruang edukasi publik. Melalui perpaduan kreasi dari 18 kecamatan, ajang B2SA membuktikan bahwa kekayaan bahan pangan lokal Kutai Timur dapat ditransformasikan menjadi hidangan bernilai tambah yang tak hanya menggugah selera, tetapi juga mendukung tercapainya generasi Kutim yang sehat, tangguh, dan berkualitas. (An/Dr-Adv)

Baca Juga

Back to top button