Bupati Prioritaskan Putra Daerah Jadi Insan Transportasi Professional untuk Operasikan Pelabuhan Tanjung Keramat dan KEK Maloy
Upnews.id, Semarang – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus menggenjot penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas di sektor transportasi guna mengimbangi pesatnya pembangunan infrastruktur daerah.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemkab Kutim dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan di Balai Mas Pardi, Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang, Jawa Tengah, Jumat (31/7/2026).
Baca juga : Kemenkes Wajibkan Produk Minuman Kemasan Cantumkan Nutri Level
Penandatanganan dokumen kerja sama tersebut dilakukan secara langsung oleh Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, dengan didampingi Sekretaris Daerah Rizali Hadi serta Sekretaris Dishub Kutim Masrianto Suriansyah, serta disaksikan Kepala BPSDMP Kemenhub Suharto beserta jajaran pejabat kementerian terkait.
Usai prosesi penandatanganan, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa langkah strategis ini diambil untuk menjawab tantangan geografis Kutim yang amat luas, yang menuntut keandalan sistem transportasi darat maupun laut.
“Wilayah Kutai Timur sangat luas sehingga membutuhkan pengelolaan transportasi yang baik, baik transportasi darat maupun laut. Saat ini kita masih menghadapi keterbatasan SDM di bidang tersebut, sehingga kerja sama dengan BPSDMP menjadi langkah penting untuk menyiapkan tenaga-tenaga profesional dari daerah sendiri,” ujar Ardiansyah.
Bupati Ardiansyah menekankan bahwa penyiapan tenaga ahli harus dilakukan jauh sebelum seluruh fasilitas fisik beroperasi secara penuh. Hal ini berkaca pada rencana pengoperasian sejumlah proyek strategis daerah, seperti pelabuhan laut di kawasan Tanjung Keramat hingga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK).
“Ke depan kita akan mengoperasikan pelabuhan-pelabuhan laut seperti Tanjung Keramat maupun Maloy. Tentu kita membutuhkan SDM yang benar-benar siap bekerja dan memiliki kompetensi sesuai standar,” tuturnya.
Ia menambahkan, keterbatasan fasilitas seperti belum tersedianya terminal mandiri di Kutim menjadi alasan mendesak mengapa penguatan kapasitas SDM harus berjalan selaras dengan pembangunan sarana dan prasarana transportasi.
Melalui kerja sama ini, Pemkab Kutim membuka jalan bagi generasi muda daerah untuk mengecap pendidikan teknis dan vokasi perhubungan, termasuk skema ikatan dinas yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah. Ardiansyah secara tegas menekankan bahwa kesempatan emas ini diprioritaskan penuh bagi anak-anak asli Kutai Timur.
Baca juga : Cegah Kekosongan Pimpinan, Sabaruddin Panrecalle Tunjuk Caretaker PSTI Samarinda dan Bontang
“Prioritas kami adalah putra-putri daerah. Mereka yang akan dipersiapkan untuk mengisi kebutuhan tenaga profesional di sektor transportasi sehingga ketika seluruh infrastruktur beroperasi, masyarakat Kutai Timur sendiri yang menjadi pelaku utamanya,” tegas Bupati.
Bupati Ardiansyah berharap kolaborasi dengan BPSDMP Kemenhub ini berlanjut pada program pelatihan dan pendidikan yang berkelanjutan, sehingga mampu melahirkan generasi unggul yang siap memperkuat konektivitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi Kutim di masa depan. (An/Dr-Adv)






