upnews.id BONTANG – Kemacetan akibat antrean panjang kendaraan truk kembali menghantui jalanan Kota Bontang sejak sepekan terakhir. Fenomena ini memicu dugaan adanya pengurangan kuota bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar di wilayah tersebut.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean truk mengular hingga ratusan meter di sejumlah titik, terutama di SPBU Tanjung Laut dan SPBU Akawy. Kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas padat merayap karena kendaraan besar tersebut memakan sebagian badan jalan, sehingga mempersempit ruang gerak pengendara lain.
Selain dampak kemacetan, para pelaku usaha di sekitar SPBU juga mengeluhkan aktivitas ekonomi mereka yang terganggu. Pintu masuk tempat usaha kerap tertutup oleh deretan truk yang sudah mengantre jauh sebelum jam pelayanan distribusi dimulai. Keamanan berkendara juga menjadi sorotan, lantaran pengendara lain terpaksa melambatkan laju kendaraan demi menghindari risiko kecelakaan.
Di SPBU Akawy, antrean terpantau memanjang hingga ke depan Markas Komando (Mako) Polres Bontang di Jalan Bhayangkara. Sementara itu, di SPBU Tanjung Laut, antrean pada Jumat lalu dilaporkan mencapai 1 kilometer hingga ke simpang tiga Bukit Indah.
Pertamina Terima Aduan
Menanggapi hal tersebut, Sales Branch Manager (SBM) Kaltimut III Fuel Pertamina, Hermawan Bagus Prabowo, menyatakan telah menerima aduan terkait kondisi ini. Namun, ia menekankan bahwa pengaturan teknis di lapangan merupakan wewenang pihak pengelola SPBU.
“Laporan sudah kami terima. Untuk pengaturan memang itu tanggung jawab SPBU setempat, agar tidak mengambil jalur terlalu lama dan menyebabkan antrean panjang,” ujar Hermawan.
Indikasi Pengurangan Kuota
Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mensinyalir adanya pengurangan kuota distribusi yang menjadi akar masalah. Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setkot Bontang, Moch Arif Rochman, mengungkapkan informasi mengenai pemotongan jatah solar di SPBU Tanjung Laut.
“Informasi yang kami terima, ada pengurangan kuota di SPBU Tanjung Laut. Dari yang sebelumnya 16 kiloliter per hari, kini menjadi 8 kiloliter saja,” jelas Arif.
Sebagai langkah tindak lanjut, Pemkot Bontang berencana melakukan peninjauan langsung ke sejumlah SPBU mulai pekan depan untuk mencari solusi atas masalah klasik ini.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih terus berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada pihak Pertamina mengenai alasan di balik pengurangan kuota BBM subsidi solar di Kota Bontang tersebut.





