Upnews.id, Jakarta – Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, memberikan keterangan resmi terkait insiden hilang kontaknya pesawat Helikopter Airbus H130 dengan nomor registrasi PK-CFX di wilayah Kalimantan Barat, Jumat (17/04/2026).
Pesawat yang membawa 8 orang tersebut dilaporkan hilang dari pantauan radar hanya beberapa menit setelah lepas landas. Berikut adalah detail kronologi dan upaya pencarian yang sedang berlangsung.
Baca juga : Pemancing Jatuh di Perairan Balikpapan, Basarnas Lakukan Pencarian
Pesawat melakukan takeoff dari area perkebunan PT Citra Mahkota, Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi, menuju Kabupaten Kubu Raya pada pukul 08.34 WIB. Namun, berdasarkan data AirNav, pesawat hilang kontak pada pukul 08.39 WIB, atau hanya lima menit setelah mengudara.
Pukul 09.15 WIB, Basarnas Command Center berhasil mendeteksi sinyal darurat melalui satelit LEOSAR dalam sistem Cospas-Sarsat. Pancaran sinyal Emergency Locator Transmitter (ELT) tersebut terpantau berada di kawasan Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau.
Terkonfirmasi terdapat 8 orang di dalam pesawat, yang terdiri dari 2 orang kru dan 6 orang penumpang.
Setelah pengerahan unsur udara menggunakan Heli Super Puma TNI AU pada siang hari, tim berhasil menemukan titik terang.
“Pada pukul 15.25 WIB, hasil pemantauan udara menemukan serpihan yang diduga kuat merupakan ekor pesawat Helikopter Airbus H130 PK-CFX. Lokasinya berada sekitar 3 kilometer ke arah barat dari titik awal hilang kontak,” ungkap Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii kepada media Upnews.id
Baca juga : Seluruh Pemancing yang Hilang di Sungai Pelawan Ditemukan Meninggal Dunia
Saat ini, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan potensi SAR Kabupaten Sintang tengah berjuang menembus lokasi melalui jalur darat. Tantangan utama dalam operasi ini adalah topografi lokasi yang berada di kawasan hutan rimbun dengan perbukitan terjal.
“Tim darat terus bergerak menuju titik koordinat pancaran ELT berdasarkan informasi temuan dari pantauan udara. Medan di lokasi cukup ekstrem,” tambahnya.
Basarnas menyatakan komitmennya untuk melaksanakan operasi SAR seoptimal mungkin dengan bantuan seluruh unsur potensi SAR yang ada. Kabar mengenai kondisi 8 orang di dalam pesawat masih terus dinantikan seiring dengan upaya tim menembus titik jatuhnya serpihan.
Baca juga : Diduga Diterkam Buaya, Warga Kaubun Ditemukan Meninggal Dunia
“Mohon doanya dari seluruh masyarakat agar proses pencarian dan evakuasi korban dapat berjalan lancar, aman, dan seluruh korban dapat ditemukan dalam kondisi selamat,” pungkas Kepala Basarnas. (An/Dr)






