Bupati Ardiansyah Ingatkan Pentingnya Integritas di Latsar CPNS 2026

Upnews.id, Sangatta — Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Angkatan I dan II Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Tahun 2026 resmi ditutup pada Jumat (5/6/2026). Kegiatan penutupan berlangsung di Ruang Meranti, Sekretariat Daerah Bukit Pelangi, kawasan Pusat Pemerintahan Sangatta.
Penutupan dilakukan langsung oleh Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman dan turut disaksikan Kepala BKPSDM Kutim Misliansyah, Kepala Inspektorat Joko, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Bupati Ardiansyah menegaskan bahwa Latsar bukan sekadar kegiatan pelatihan biasa, tetapi menjadi bagian penting dalam membentuk ASN yang profesional, memiliki integritas, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ia juga mengingatkan para CPNS bahwa mereka memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan daerah.
“Semoga ilmu, pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh selama pelatihan dapat menjadi bekal berharga dalam menjalankan tugas di unit kerja masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kutim Misliansyah menjelaskan bahwa Latsar yang dimulai sejak Mei 2026 tersebut diikuti oleh 86 peserta. Masing-masing angkatan terdiri dari 43 orang dengan tujuan membentuk karakter PNS yang profesional dan siap menjalankan tugasnya.
“Pelatihan dasar dilakukan secara online learning yaitu memadukan pembelajaran mandiri, distance learning dan pembelajaran klasikal,” jelas Misliansyah.
Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa kurikulum pelatihan mencakup empat agenda pembelajaran yang berfokus pada pembentukan karakter ASN guna mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang semakin baik. Selain itu, peserta juga mendapatkan penguatan kemampuan teknis yang berkaitan dengan tugas dan fungsi masing-masing.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN Lembaga Administrasi Negara (LAN), Tri Widodo Wahyu Utomo, yang mengikuti kegiatan melalui Zoom, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kutim atas komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan birokrasi.
“Menjadi PNS bukan hanya sekadar mencari pekerjaan atau penghasilan rutin bulanan, tetapi soal untuk memberikan kesejahteraan, kebahagiaan dan kemuliaan bagi seluruh rakyat,” pungkasnya.(Ir/Nt/Dr)






