Bangun Fondasi Emas: Disdikbud Kutim Perluas Akses PAUD & Cetak Ratusan Guru Inklusi Profesional
upnews.id SANGATTA – Di balik kemeriahan Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di GOR Kudungga, tersemat komitmen kokoh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud). Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menegaskan bahwa perayaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bukti nyata langkah strategis daerah dalam meletakkan dasar pendidikan anak usia dini yang kuat, merata, dan berkualitas tinggi.
Jangkauan Merata & Payung Hukum Kuat
Kutim telah mencatatkan prestasi luar biasa di mana seluruh 139 desa dan 2 kelurahan kini telah memiliki lembaga PAUD. Dukungan ini diperkuat dengan kebijakan strategis berupa Peraturan Bupati yang mewajibkan pendidikan 13 tahun, dimulai dari satu tahun masa emas PAUD sebelum masuk jenjang sekolah dasar.
Revitalisasi Kualitas Guru
Pemerintah daerah tidak hanya membangun akses, tetapi juga membenahi mutu pendidik. Melalui program beasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), sebanyak 249 guru PAUD ditargetkan lulus S1 di UBI Bandung tahun ini, disusul 151 guru lainnya di Universitas Negeri Malang. Langkah ini menjamin setiap anak didik bimbingan pendidik yang berkompeten secara akademik.
Terobosan Pendidikan Inklusif
Salah satu sorotan utama adalah persiapan sumber daya manusia untuk pendidikan tanpa diskriminasi. Mulyono memaparkan progres gemilang:
✅ 119 guru inklusi telah lulus bersertifikat.
✅ 299 guru dijadwalkan wisuda pada Agustus mendatang.
✅ 160 guru tambahan akan dikirim mengikuti pelatihan khusus tahun ini.
Targetnya jelas: Setiap sekolah minimal memiliki satu guru kompeten dalam menangani peserta didik berkebutuhan khusus.
“Investasi terbesar kita adalah menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan terlindungi sejak dini. Anak-anak adalah penyangga masa depan Kutim,” tegas Mulyono di hadapan ribuan peserta yang hadir meriah.
Dengan dukungan penuh Bupati Ardiansyah Sulaiman dan Bunda PAUD, Kutai Timur kini melangkah tegap menjadi pelopor pendidikan yang inklusif, terjangkau, dan bermutu tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat. (Ir/adv)






