Kutai TimurPolitik

Perkuat Sinergi Membangun Desa, Ketua PABPDSI Kutim Hadiri Buka Puasa Bersama AJKT

Upnews.id, Sangatta – Peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam mengawal pembangunan di tingkat akar rumput dinilai semakin strategis jika bersinergi dengan pers.

Hal ini ditegaskan oleh Ketua Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI) Kabupaten Kutai Timur, Ridwan Abdul Razak, saat menghadiri agenda buka puasa bersama Aliansi Jurnalis Kutai Timur (AJKT) di Masjid H. Boli, Jalan Dermaga Kenyamukan, Jumat (6/3/2026).

Baca juga : Main Kripto Pakai Uang Desa, Kaur Keuangan di Kutim Segera Diseret ke Pengadilan

Kehadiran PABPDSI dalam forum ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol kolaborasi antara pengawal kebijakan desa dengan insan pers. Ridwan Abdul Razak mengungkapkan bahwa komunikasi yang intens antara BPD di 18 kecamatan dengan jurnalis adalah kunci untuk mengekspos potensi sekaligus persoalan di desa agar mendapat perhatian pemerintah daerah.

“Kami berharap melalui momentum ini, komunikasi antara PABPDSI dan insan pers terus terjalin erat. BPD dan wartawan memiliki irisan tugas yang sama, yaitu fungsi pengawasan dan penyampaian aspirasi masyarakat demi membangun Kutai Timur yang lebih baik dari desa,” ujar Ridwan.

Acara yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh jajaran tokoh penting, di antaranya Ketua DPRD Kutim Jimmi, Kadispora Kutim Basuki Isnawan, Kadiskominfo Kutim Rony Bonar, anggota DPRD Kutim Pandi Widiarto, perwakilan TNI-Polri, serta mitra AJKT seperti PWI Kutim, JMSI, SMSI serta PT KPC, PT Pertamina dan beberapa perusahaan lainnya.

Pers sebagai Mitra Pengawas Desa Senada dengan semangat kolaborasi tersebut, Ketua AJKT Raymond Chouda mengingatkan bahwa pers adalah pilar keempat demokrasi yang wajib menjaga independensi. Di sisi lain, Ketua DPRD Kutim, Jimmi, mengapresiasi peran jurnalis sebagai garda terdepan penangkal hoaks.

Baca juga : Pemda Kutim Gelar Workshop Penguatan Operator Desa untuk Pemutakhiran DTSEN

Bagi PABPDSI, keberadaan jurnalis yang profesional sangat membantu tugas BPD dalam menyuarakan transparansi tata kelola desa. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan arus informasi yang akurat dari pelosok desa hingga ke tingkat kabupaten.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk berjalan beriringan dalam mengawal pembangunan Kutai Timur di tahun 2026 ini. (Ir/Dr)

Baca Juga

Back to top button