Upnews.id, Samarinda – Ketegangan di depan Gedung DPRD Kalimantan Timur akhirnya mencair setelah pimpinan dewan memutuskan untuk turun langsung menemui ribuan massa aksi, Selasa (21/4/2026).
Di bawah kawalan ketat, Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, secara mengejutkan menyatakan komitmennya untuk memenuhi tuntutan massa, termasuk mengevaluasi total kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji.
Baca juga : Masa Padati Gedung DPRD Kaltim, Sampaikan Tiga Tuntutan Utama ke Wakil Rakyat
Komitmen tersebut tidak hanya disampaikan secara lisan, namun dituangkan dalam dokumen Pakta Integritas yang ditandatangani langsung di hadapan massa aksi.
Ekti Imanuel menegaskan bahwa seluruh poin tuntutan masyarakat telah disepakati oleh unsur pimpinan dan ketua fraksi di DPRD Kaltim. Terdapat tiga tuntutan utama yang kini menjadi “bola panas” di Karang Paci.
Mulai dari melakukan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap program-program Pemerintah Provinsi Kaltim. Menghentikan praktik KKN dan politik dinasti di lingkungan birokrasi Pemprov Kaltim. Serta mengaktifkan hak angket DPRD Kaltim untuk melakukan penyelidikan mendalam terhadap kepemimpinan Rudy Mas’ud-Seno Aji.
“Kami sepakat dan setuju dengan usulan ini. Saya selaku Wakil Ketua I, bersama Ibu Ananda Emira Moeis (Wakil Ketua II), Ibu Yenni Eviliana (Wakil Ketua III), serta tujuh ketua fraksi akan menandatangani kesepakatan ini,” tegas Ekti Imanuel yang langsung disambut riuh sorak massa.
Baca juga : Masa Padati Gedung DPRD Kaltim, Sampaikan Tiga Tuntutan Utama ke Wakil Rakyat
Senada dengan pimpinan, Anggota DPRD Kaltim dari Fraksi PKB, Damayanti, menyebutkan bahwa tuntutan mengenai Hak Angket ini akan segera ditindaklanjuti secara serius. Ia menilai aspirasi ini merupakan momentum penting bagi legislatif untuk bekerja lebih tajam.
“Pada prinsipnya kami akan melakukan kajian mendalam secara kolektif di internal DPRD. Ini adalah momentum penting untuk mewujudkan harapan masyarakat Kalimantan Timur,” ujar Damayanti usai menemui massa.
Penandatanganan pakta integritas tersebut menjadi kunci mendinginnya suasana. Kurang dari 30 menit setelah kesepakatan ditandatangani, massa mulai membubarkan diri secara tertib dari kawasan Karang Paci.
Setelah melakukan istirahat, salat, dan makan di Islamic Center, gelombang massa dilaporkan melanjutkan pergerakan menuju Kantor Gubernur Kaltim di Jalan Gajah Mada. Mereka bermaksud menagih jawaban langsung dari pihak eksekutif terkait tuntutan yang sama. (An/Dr)






