Penajam Paser Utara

Waspada El Niño di PPU: BPBD Ingatkan Potensi Panas Dua Kali Lipat Saat Kemarau

upnews.id PENAJAM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Penajam Paser Utara (PPU) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi kenaikan suhu ekstrem akibat fenomena El Niño yang diprediksi bertepatan dengan puncak musim kemarau tahun ini.

Kepala Pelaksana BPBD PPU, Nurlaila, mengungkapkan bahwa kondisi cuaca di Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur, memiliki karakteristik yang sangat dinamis dan sering kali menyimpang dari pola umum di wilayah lain seperti Pulau Jawa.

“Karakteristik cuaca di Kalimantan sangat dinamis. Kadang di musim kemarau justru turun hujan, atau sebaliknya. Namun, berdasarkan pengalaman sebelumnya, prediksi BMKG mengenai fenomena El Niño cenderung akurat dan sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujar Nurlaila.

Ancaman Suhu Ekstrem
Nurlaila menjelaskan bahwa dampak El Niño tahun ini sangat bergantung pada waktu kemunculannya. El Niño yang diprediksi berada pada kategori lemah hingga moderat ini akan terasa jauh lebih berat karena datang saat wilayah PPU memasuki musim kemarau.

“Prediksinya tahun ini El Niño muncul bersamaan dengan musim kemarau. Ini yang perlu diwaspadai karena dampaknya bisa terasa dua kali lipat. Sudah masuk kemarau yang panas, ditambah lagi dengan fenomena El Niño, sehingga intensitas suhunya bisa meningkat signifikan,” jelasnya.

Peningkatan suhu tersebut diperkirakan dapat naik beberapa derajat dari kondisi normal, tergantung pada dinamika cuaca yang terus berkembang di lapangan.

Imbauan dan Langkah Mitigasi
Menyikapi potensi cuaca ekstrem ini, BPBD PPU meminta masyarakat untuk mulai melakukan langkah antisipasi terhadap tiga ancaman utama:

Kekeringan: Dampak pada ketersediaan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga dan pertanian.

Karhutla: Meningkatnya risiko Kebakaran Hutan dan Lahan akibat vegetasi yang mengering dan suhu tinggi.

Kesehatan: Potensi gangguan kesehatan akibat paparan suhu panas yang ekstrem dalam jangka waktu lama.

“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Jaga kondisi tubuh dan hindari aktivitas yang memicu percikan api di area terbuka guna mencegah kebakaran lahan selama periode kemarau ini,” pungkas Nurlaila.(He/em)

Baca Juga

Back to top button