HeadlineKriminalKutai Timur

Mati Mesin di Tengah Laut, Polairud Selamatkan Empat Pemancing

Upnews.id, Sangatta – Suasana tenang di Perairan Kenyamukan mendadak berubah tegang saat sebuah kapal pemancing, KM Barakuda, dilaporkan terjebak di tengah laut akibat kerusakan mesin.

Perjalanan dimulai saat KM Barakuda yang dinakhodai oleh Ashar (kapten) bersama tiga rekannya, Tajram, Taharuddin, dan Ahmad Dahlan, bertolak dari Pelabuhan Kenyamukan, Kecamatan Sangatta Utara, pada Minggu (26/04/2026)  sore. Rombongan ini berencana menghabiskan malam dengan memancing di perairan Kutai Timur.

Baca juga : Polairud Gelar Patroli Guna Antisipasi Kriminalitas di Perairan Kutim

Setelah hampir 20 jam melaut, KM Barakuda bermaksud kembali ke daratan. Namun, tepat saat berada di kawasan Patok 1 Pantai Kenyamukan, mesin kapal tiba-tiba mengalami kerusakan fatal dan mati total.

Kapal yang membawa empat nyawa tersebut mulai terombang-ambing di lautan. Sadar akan risiko cuaca dan arus laut yang tidak menentu, sang kapten segera berinisiatif menghubungi personel Sat Polairud Polres Kutai Timur untuk meminta pertolongan darurat.

Menerima laporan darurat tersebut, Kasat Polairud Polres Kutai Timur, AKP Sudarwanto, langsung menginstruksikan tim patroli untuk bergerak menuju koordinat yang dilaporkan. Menggunakan sarana S-A-R yang tersedia, petugas memacu armada menyisir perairan Kenyamukan di tengah kondisi ombak yang harus diwaspadai.

Setelah melakukan pencarian akhirnya tim menemukan KM Barakuda yang tengah terombang ambing. Polairud pun melakukan upaya penarikan (towing) yang terukur, hingga akhirnya berhasil membawa KM Barakuda merapat ke dermaga Kenyamukan pada pukul 15.30 WITA.

Seluruh korban, yakni Ashar, Tajram, Taharuddin, dan Ahmad Dahlan, dinyatakan dalam kondisi sehat dan selamat tanpa cidera sedikit pun.

Baca juga : 5 Pemancing Hilang di Sungai Sempayau Usai Kapal yang Ditumpangi Tenggelam

Usai proses evakuasi, AKP Sudarwanto memberikan imbauan tegas kepada para pengguna jasa laut. “Kami mengimbau kepada masyarakat yang beraktivitas di laut agar selalu memastikan kondisi kapal dalam keadaan layak jalan, termasuk mesin dan perlengkapan keselamatan. Jika terjadi keadaan darurat, segera hubungi petugas agar bisa segera ditangani,” tegas AKP Sudarwanto. (Put/Dr)

Back to top button