Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Naik Kelas Produk Unggulan Kutim
upnews.id SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menyusun langkah terpadu untuk mendorong produk unggulan daerah naik kelas dan menembus pasar nasional hingga internasional. Melalui kolaborasi lintas perangkat daerah, komoditas berbasis potensi lokal seperti Nanas Hiba Batu Ampar, Pisang Grecek, Kakao, hingga Gula Aren Genjah Kandolo kini dirancang untuk diolah secara menyeluruh dari hulu ke hilir, tak lagi sekadar dijual sebagai bahan mentah.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kutim, Marhadyn, menegaskan bahwa pengembangan produk unggulan tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri. “Setiap perangkat daerah harus bergerak bersama sesuai tugas pokok dan fungsinya. Dinas Pertanian menguatkan budidaya dan pascapanen, Disperindag mendorong hilirisasi dan teknologi industri, sementara Diskop UMKM mengorganisir pelaku usaha dan memperluas akses pasar,” ujarnya.
Salah satu komoditas unggulan yang dinilai berpotensi besar adalah Nanas Hiba asal Batu Ampar. Selama ini masyarakat hanya mengenal nilai buahnya, padahal serat daun nanas memiliki nilai tambah jauh lebih tinggi dan telah diminati pasar industri. “Panjang seratnya sesuai kebutuhan industri. Kita tidak hanya menjual buah, tapi memanfaatkan seluruh bagian tanaman untuk kesejahteraan petani,” jelas Marhadyn.
Selama ini, pengembangan komoditas kerap terkendala karena program yang tumpang tindih dan kurang sinergi. Oleh karena itu, Pemkab Kutim kini membangun pola koordinasi yang lebih intensif, memastikan setiap perangkat daerah saling melengkapi. “Jangan lagi ada yang berjalan sendiri-sendiri. Kalau bersatu sesuai peran masing-masing, hasilnya akan jauh lebih besar,” tegasnya.
Selain APBD, pemerintah daerah juga membuka peluang kemitraan melalui CSR perusahaan untuk mempercepat pembangunan industri berbasis komoditas lokal. “Pasarnya sebenarnya sudah ada, tinggal bagaimana mempertemukan pembeli dengan UMKM dan koperasi yang kita bina,” kata Marhadyn.
Dengan sinergi yang kuat, pendekatan berbasis hilirisasi, dan penguatan kelembagaan pelaku usaha, produk unggulan Kutai Timur diharapkan tak hanya dikenal di Kaltim, tetapi mampu menembus pasar nasional bahkan global. “Kalau seluruh kekuatan kita satukan, saya yakin produk Kutim akan menjadi kebanggaan daerah sekaligus penggerak ekonomi masyarakat yang berkelanjutan,” pungkas Marhadyn.(Ir/adv)






