Kutai TimurRagam

Dinkes Kutim Luncurkan Pelayanan Kesehatan Bergerak ke Batu Ampar, Program Unggulan Bupati Demi Akses Sehat Tanpa Batas Wilayah

Upnews.id SANGATTA — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur resmi meluncurkan Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) sebagai salah satu dari 50 Program Unggulan Bupati Kutai Timur, membuktikan keseriusan Pemkab Kutim dalam memastikan pemerataan akses dan mutu pelayanan kesehatan hingga ke wilayah paling terpencil. Kegiatan dihelat di Puskesmas Batu Ampar, Sabtu (29/8/2026), kegiatan ini langsung dibuka oleh Kepala Dinkes Kutim, dr. Hj. Yuwana Sri Kurniawati, M.Si., yang hadir turun ke lapangan untuk memastikan layanan berjalan optimal dan tepat sasaran.

Kecamatan Batu Ampar — salah satu wilayah Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK) di Kutim — selama ini menghadapi kendala akses berupa jarak tempuh jauh, keterbatasan sarana transportasi, serta kondisi geografis dan cuaca yang kerap menghambat warga mendapatkan layanan kesehatan secara rutin. Menjawab tantangan tersebut, Dinkes Kutim merancang PKB yang langsung mendatangi masyarakat, mengintegrasikan upaya promotif, preventif, kuratif, hingga rujukan dan tindak lanjut.

“Pelayanan kesehatan bergerak bukan sekadar pengobatan keliling. Lebih dari itu, kegiatan ini mengutamakan deteksi dini, skrining, edukasi kesehatan, serta penemuan kasus sejak awal sehingga dapat ditangani lebih cepat dan tepat sasaran,” tegas dr. Yuwana dalam arahannya saat membuka kegiatan.

Kegiatan di Puskesmas Batu Ampar dihadiri oleh Kepala BLUD Puskesmas, Sekcam Batu Ampar, Babinsa, Polsek, Ketua TP PKK Kecamatan Batu Ampar, para Kepala Desa, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang memanfaatkan kesempatan berobat secara langsung.

Sasaran pelayanan menyasar kelompok paling rentan: ibu hamil, bayi dan balita, anak usia sekolah, lansia, serta masyarakat dengan faktor risiko penyakit menular maupun tidak menular. Jenis layanan yang disediakan meliputi pemeriksaan kesehatan dasar, pelayanan kesehatan ibu dan anak, imunisasi, pemantauan gizi, kesehatan gigi dan mulut, skrining penyakit, penyuluhan kesehatan, hingga pemberian obat dan rujukan kasus yang memerlukan penanganan lanjutan.

Tim pelaksana dikerahkan secara terpadu, melibatkan dokter, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga gizi, tenaga kesehatan masyarakat, hingga tenaga farmasi dan laboratorium. Model pelayanan dirancang berjenjang: Dinkes → Puskesmas Setempat → Tim Kesehatan Bergerak → Desa Sasaran → Pencatatan, Rujukan & Tindak Lanjut, dengan lokasi prioritas ditentukan berdasarkan pemetaan jarak, jumlah penduduk, kelompok rentan, serta tingkat kesulitan akses.

Sebelumnya, program serupa telah sukses dilaksanakan di Sandaran. Ke depannya, Pelayanan Kesehatan Bergerak ini dijadwalkan bergilir menyasar Kecamatan Karangan, Busang, Kongbeng, Long Mesangat, Telen, hingga Rantau Pulung.

“Jarak dan lokasi terpencil bukan alasan bagi warga untuk tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dan berkualitas. Ini komitmen Pemkab Kutim — sehat untuk semua, tanpa terkecuali,” pungkas dr. Yuwana. Program ini diharapkan terus berjalan berkelanjutan, menjangkau seluruh pelosok Kutai Timur demi terwujudnya visi Kutai Timur yang tangguh mandiri dan berdaya saing. (Ir/adv)

Baca Juga

Back to top button