Intrusi Air Laut di Sungai Sangatta. Kadar Garam Melonjak di Kajang, IPA Kabo Sementara Aman

Upnews.id, Sangatta, Intrusi air laut yang masuk ke Sungai Sangatta dapat dilihat secara kasat mata dari Jembatan Kampung Kajang, Sangatta Selatan. Sungai Sangatta yang biasanya berwarna kekuning-Kuningan, kini berwarna hijau.
Menurut keterangan Direktur Utama Perumdam Tirta Tuah Benua (Perumdam TTB) Kutai Timur, Suparjan. Fenomena intrusi ini terjadi lantaran mengecilnya debit air dari hulu sungai, sehingga air laut masuk ke dalam aliran Sungai Sangatta.
Baca juga : Suparjan Minta Petugas Perhatikan Distribusi Air ke Pelanggan
“Kalau pasang memang air laut masuk mendorong ke arah hulu. Tapi setelah siklus pasang, dia kembali turu, jadi tidak permanen. Air laut ini mengikuti siklus pasang surut,” jelasn Dirut Perumdam.
Berdasarkan pantauan pihaknya, untuk di titik sekitar Jembatan Kampung Kajang, kadar garam diangka 250-300 PPM.
Sementara untuk di Intake IPA Kabo, suparjan pastikan masih dalam kategori aman, di posisi 10 PPM.
“Tapi secara keseluruhan untuk air baku di IPA Kabo ini masih aman. Kami mantau terus,” tegas suparjan.
Berdasarkan kelaikan baku mutu air, untuk air baku dengan kadar garam diatas 250 PPM sudah tidak laik konsumsi.
Baca juga : Perumdam TTB Kutim Pastikan Air Baku IPA Kabo Tetap Aman, Pantau Intrusi Secara Intensif
Oleh sebab itu, dirinya meminta untuk warga yang langsung menyedot dari Sungai Sangatta, khususnya warga sekitar Kampung Kajang, air hanya digunakan untuk MCK. Tidak direkomendasikan digunakan untuk masak dan minum.
“Untuk pelayanan air bersih ke kawasan Kampung Kajang dan sekitarnya sampai sekarang masih aman. IPA Sangatta Selatan sampai sekarang masih beroperasi normal,” tegasnya saat dihubungi Upnews.id.
Telah masuknya air laut ke Sungai Sangatta, membuat Dirut Perumdam menghimbau agar masyarakat dapat lebih bijak menggunakan air bersih. Dengan menutup kran air jika tidak terpakai, maupun melakukan penampungan air. (An/Dr)






