Lomba B2SA Kutim 2026: Sangatta Selatan Juara Sarapan, Teluk Pandan Unggul di Kudapan, Kreativitas Pangan Lokal Jadi Kunci
upnews.id SANGATTA — Panggung Kreasi Menu Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) Tingkat Kabupaten Kutai Timur Tahun 2026 berakhir meriah di Gedung Wanita Bukit Pelangi, Selasa (11/8/2026). Kompetisi yang diikuti peserta dari seluruh kecamatan ini bukan sekadar ajang adu rasa, melainkan bukti nyata kekayaan pangan lokal dan kreativitas kader PKK Kutim dalam menghadirkan hidangan sehat, terjangkau, dan berkualitas bagi keluarga.
Dewan juri yang diketuai Chef Joko (Hotel Royal Victoria) menetapkan pemenang berdasarkan kriteria kreativitas, nilai gizi, penyajian, serta kesesuaian dengan prinsip B2SA. Keputusan juri bersifat mutlak dan dituangkan dalam Surat Keputusan resmi.
Kategori Sarapan (Nasi Goreng): Sangatta Selatan Juara I
– 🥇 Juara I — Sangatta Selatan (Nilai 2.442)
– 🥈 Juara II — Sangatta Utara (Nilai 2.434)
– 🥉 Juara III — Muara Bengkal (Nilai 2.420)
– Juara Harapan I: Bengalon | Harapan II: Sangatta Selatan | Harapan III: Sangkulirang
– Juara Favorit: Kombeng
Persaingan kategori sarapan sangat ketat dengan selisih nilai yang tipis, membuktikan bahwa inovasi dan keseimbangan gizi menjadi penentu utama kemenangan.
Kategori Kudapan/Snack: Teluk Pandan Unggul
– 🥇 Juara I — Teluk Pandan (Nilai 2.522)
– 🥈 Juara II — Batu Ampar (Nilai 2.515)
– 🥉 Juara III — Muara Wahau (Nilai 2.398)
– Juara Harapan I: Karangan | Harapan II: Muara Ancalong | Harapan III: Long Mesangat
Lomba B2SA 2026 memiliki makna strategis lebih dari sekadar kompetisi. Kegiatan ini memperkuat kesadaran bahwa makanan bergizi tidak harus mahal — bahan pangan lokal yang tersedia di setiap desa dapat diolah menjadi hidangan lezat, aman, dan bernilai gizi tinggi. Hal ini sejalan dengan upaya Pemkab Kutim membangun generasi yang sehat dan berkualitas melalui pemenuhan gizi keluarga, terutama anak-anak dalam masa pertumbuhan.
Prestasi yang diraih seluruh peserta sekaligus menunjukkan bahwa pangan lokal Kutim memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk unggulan yang tidak kalah dari produk luar.
Melalui kegiatan tersebut, prinsip pangan beragam, bergizi seimbang dan aman diperkenalkan melalui praktik langsung. Peserta dituntut untuk menunjukkan kemampuan mengolah pangan menjadi menu yang tidak hanya menarik secara visual dan cita rasa, tetapi juga memiliki nilai gizi dan dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga sehari-hari.
Konsep B2SA menjadi penting di tengah upaya membangun sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas. Pola konsumsi pangan yang beragam dan seimbang merupakan bagian dari fondasi pemenuhan kebutuhan gizi keluarga, terutama bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan.
Karena itu, kreativitas peserta dalam menyajikan menu sarapan maupun kudapan dapat menjadi contoh bahwa makanan bergizi tidak selalu harus mahal atau menggunakan bahan pangan yang sulit diperoleh. (Ir/adv)




