Mahyunadi Tegaskan: Mitigasi Dini dan Kesadaran Bersama Kunci Tekan Karhutla Kutim
upnews.id SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat langkah antisipatif menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, ikut menghadiri Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Karhutla yang digelar di halaman Markas Komando Polres Kutim, Selasa (11/8/2026). Kegiatan ini menghimpun kekuatan bersama dari jajaran TNI, Polri, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, perwakilan dunia usaha, hingga elemen masyarakat — memastikan kesiapan personel serta kelengkapan sarana prasarana penanggulangan bencana di lapangan.
Mahyunadi menegaskan bahwa keberhasilan menekan angka Karhutla tidak hanya bergantung pada kekuatan pemadaman, melainkan jauh lebih awal — pada mitigasi dan pencegahan. Salah satu tantangan terbesar yang disorotnya adalah kebiasaan sebagian warga yang masih membersihkan lahan pertanian dengan cara dibakar.
“Harapan kita ke depan, Kutai Timur harus mampu meminimalkan jumlah Karhutla. Kita menyadari bahwa masih ada sebagian masyarakat yang terbiasa membuka lahan dengan cara pembakaran. Inilah yang harus kita ubah bersama,” ungkap Mahyunadi.
Pemerintah Kabupaten Kutim melalui Wakil Bupati Mahyunadi secara tegas meminta masyarakat untuk menghentikan praktik pembukaan lahan dengan cara membakar. Langkah ini bukan sekadar imbauan, melainkan penegasan aturan yang harus dipatuhi.
“Pembakaran lahan menimbulkan kerusakan lingkungan yang masif. Siapa pun yang melanggar, akan diproses melalui jalur hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Mahyunadi.
Pemkab Kutim menempatkan peran aktif kesadaran masyarakat sebagai garis pertahanan terdepan. Setiap warga diharapkan ikut menjaga lingkungan, peka terhadap potensi titik api, dan berani melapor demi melindungi wilayah bersama.
Mahyunadi menegaskan, konsolidasi dan kesiapan yang dibangun hari ini adalah wujud kesungguhan Pemkab Kutim menyatukan seluruh kekuatan daerah.
“Melalui kesiapsiagaan ini, Pemerintah Daerah berharap seluruh unsur tetap siaga dan bersatu. Ancaman kebakaran hutan dan lahan harus kita cegah secara optimal, demi melindungi keselamatan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan Kutai Timur yang kita cintai,” tutup Mahyunadi.(Ir/adv)





