Kutai Timur

DLH Kutim Hadirkan Pemantau Udara Real Time, Perkuat Benteng Cegah Karhutla dan Lindungi Kualitas Udara

upnews.id SANGATTA — Demi menjaga lingkungan tetap bersih, udara sehat, dan masyarakat terlindungi dari dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Timur terus melangkah maju dengan teknologi dan langkah pencegahan menyeluruh. Salah satu terobosan terbaru yang disiapkan adalah pemasangan sistem pemantauan kualitas udara otomatis yang mampu menampilkan data kondisi udara secara langsung dan terus-menerus di Kota Sangatta.

Rencana strategis ini disampaikan Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kutim, Achmad Noor, dalam Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla di Aula Mapolres Kutim, Selasa (4/8/2026). Selama ini, pemantauan kualitas udara masih dilakukan secara berkala dua kali setahun dan belum memiliki peralatan sendiri. Kini, Pemkab Kutim melalui DLH bertekad mengubahnya menjadi pemantauan 24 jam non-stop yang dapat diakses masyarakat secara terbuka.

“Nantinya kualitas udara, suhu, hingga partikel halus yang melayang di udara dapat dipantau secara nyata. Informasi ini juga akan ditampilkan di videotron Kota Sangatta, sehingga warga bisa mengetahui kapan udara sehat dan kapan perlu waspada. Pemerintah pun bisa segera bertindak cepat jika kualitas udara menurun akibat asap kebakaran.” — jelas Achmad Noor.

Langkah cerdas ini bukan hanya untuk menyebarkan informasi, melainkan menjadi dasar pengambilan keputusan cepat demi melindungi kesehatan seluruh warga. Tak berhenti di pemantauan, DLH juga memperketat pengawasan kesiapan perusahaan dalam mencegah dan memadamkan kebakaran, serta memperluas sosialisasi bahaya Karhutla hingga ke lingkungan sekolah agar kesadaran tumbuh sejak dini.

DLH juga serius menata pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah. Belajar dari peristiwa kebakaran besar di TPA Jatibarang Semarang, pengelolaan sampah di Kutai Timur kini mulai beralih dari sistem terbuka menuju penimbunan terkendali (controlled landfill). Sampah dipadatkan dan ditutup tanah secara berkala setiap tujuh hari, sehingga risiko munculnya api dapat ditekan. Di kawasan TPA juga telah disiapkan embung cadangan air serta alat pemadam api ringan sebagai langkah siaga sewaktu-waktu dibutuhkan.

Dengan perpaduan teknologi pemantauan udara terkini, pengawasan ketat, edukasi luas, dan penataan pengelolaan sampah yang lebih aman — DLH Kutim membuktikan keseriusannya menjaga Kutai Timur tetap hijau, udara tetap bersih, dan masyarakat terlindungi dari ancaman asap serta kerusakan lingkungan. Pencegahan adalah kunci, dan kesiapan adalah bukti perhatian tulus pemerintah bagi kesejahteraan warga.(Ir/adv)

Baca Juga

Back to top button