Tempa Kompetensi Berstandar Nasional, Damkarmat Kutim Siap Melindungi Warga Lebih Cepat, Tepat dan Profesional
upnews.id SANGATTA — Keselamatan jiwa dan harta benda masyarakat adalah prioritas utama. Demi mewujudkan pelayanan penyelamatan yang andal, tangguh, dan berkelas, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Kutai Timur secara serius meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. Sebanyak 60 personel dari berbagai pos pemadam kebakaran serta unsur Kodim 0909/Kutai Timur ditempa dalam pelatihan peningkatan kapasitas berstandar nasional yang berlangsung di Markas Damkar Sangatta, beberapa waktu lalu.
Pelatihan berharga ini menghadirkan langsung dua instruktur nasional, Dadi Sanjaya dan Gunawan Simatupang, yang membagikan pengalaman serta metode penanganan kebakaran dan penyelamatan sesuai standar kompetensi tertinggi yang berlaku di seluruh Indonesia. Selama dua hari penuh, peserta tidak hanya mendengar teori, melainkan berlatih langsung praktik nyata: mulai dari teknik pemadaman, penyelamatan di ruang terbatas, penggunaan alat bantu pernapasan mandiri (SCBA), pengoperasian pompa air, hingga pertolongan pertama pada korban yang diduga mengalami patah tulang. Puncaknya, seluruh kemampuan diuji dalam simulasi pemadaman kebakaran bangunan semipermanen — menerapkan segala ilmu layaknya menghadapi kejadian sungguhan.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkarmat Kutim, Sugiyo, menjelaskan bahwa peningkatan kemampuan personel adalah keharusan agar pelayanan kepada masyarakat semakin profesional dan mampu menjawab berbagai tantangan keadaan darurat yang terus berkembang.
“Kami sengaja menghadirkan instruktur nasional agar seluruh personel mendapatkan standar kompetensi dan teknik penyelamatan terbaru yang diakui secara nasional. Setiap daerah memiliki risiko bencana beragam, maka petugas tidak hanya pandai memadamkan api, tetapi juga tangguh menangani kecelakaan, penyelamatan ruang terbatas, dan berbagai situasi darurat lainnya.” — ujar Sugiyo.
Materi yang dibawa para instruktur menyasar penanganan kasus berskala besar, sehingga membentuk mental dan kesiapan fisik personel menghadapi segala kemungkinan. Harapannya, ilmu yang diperoleh diterapkan sepenuhnya saat bertugas, sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan penyelamatan yang cepat, tepat, dan profesional.
Instruktur nasional Dadi Sanjaya mengingatkan peserta: keberanian saja belum cukup. Keselamatan harus selalu diutamakan melalui kepatuhan ketat terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP).
“Pekerjaan pemadam adalah kerja tim. Disiplin menjalankan SOP adalah harga mati — agar kita semua berangkat selamat dan pulang pun selamat.” — pesan berharga Dadi Sanjaya.
Pelatihan ini menjadi bukti nyata keseriusan Disdamkarmat Kutim membangun budaya profesionalisme yang kokoh. Dengan personel berkompeten berstandar nasional, disiplin tinggi, dan mampu bekerja dalam satu komando yang solid, kualitas pelayanan penyelamatan di Kutai Timur terus meningkat — semakin sigap, semakin aman, dan semakin andal menjaga keselamatan nyawa serta harta benda masyarakat tercinta.(Ir/adv)






