Atlet Muda Panjat Tebing Kutim Sukses Raih Podium di Kejurnas XX FPTI
Upnews.id, Jakarta – Peta kekuatan panjat tebing kelompok umur tingkat nasional mulai bergeser. Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, membuktikan diri bukan lagi sekadar pelengkap ornamen kompetisi, melainkan penantang gelar tangguh yang wajib diperhitungkan di kancah nasional.
Sinyal perang prestasi ini ditiupkan dengan lantang oleh atlet muda berbakat asal Kutim, Rizky Sholeh Akbar. Bertanding dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur XX FPTI 2026 di DKI Jakarta, Jumat (19/6/2026), Akbar sukses menyabet Medali Perak pada babak Final kategori Boulder U17 Putra.
Baca juga : Dispora dan FPTI Kaltim Terapkan Seleksi Ketat di Kejurprov Panjat Tebing Demi Jaring Talenta Muda
Berdasarkan data resmi pertandingan, persaingan di kategori Boulder U17 Putra berlangsung sangat ketat. Akbar yang mengenakan nomor BIB 15 awalnya terseok di peringkat ke-8 pada babak kualifikasi dengan total skor 49.4.
Namun, mental juara berbicara di babak final. Mengandalkan kegigihan dan teknik yang matang, siswa SMK Hasanuddin Sangatta Selatan yang bernaung di bawah Enggang Borneo Climbing Club (EBCC) ini melakukan lonjakan performa yang luar biasa.
Ia berhasil merangsek naik ke posisi kedua dengan raihan total poin 19.6. Akbar sukses mematahkan dominasi dan mengungguli atlet tangguh Jawa Barat, Putra Fandira Al Hafidzi, yang harus puas dengan medali perunggu. Sementara itu, medali emas diamankan oleh pemanjat Jawa Barat lainnya, Ardana Cikal Damarwulan.
Keberhasilan luar biasa ini terasa kian manis karena diraih di tengah realitas pelik keterbatasan anggaran pembinaan. Pasca keluar sebagai Juara Umum pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Kaltim, Kutim sebenarnya memiliki segudang atlet potensial.
Namun, karena efisiensi anggaran, FPTI Kaltim awalnya hanya mampu membiayai penuh satu atlet dari Kutim, yaitu Rizky Sholeh Akbar. Sementara empat atlet berprestasi lainnya hanya masuk daftar rekomendasi dengan status biaya mandiri.
Baca juga : Dispora Kaltim Rencanakan Venue Panjat Tebing Senilai Rp14 miliar
Melihat kondisi tersebut, Pengurus Kabupaten (Pengcab) FPTI Kutai Timur di bawah kepemimpinan Aji Fahriza Hakim, mengambil langkah diplomasi yang berani. FPTI Kutim memohon kepada Pengprov FPTI Kaltim agar alokasi anggaran untuk 1 orang pelatih jatah Kutim dialihkan sepenuhnya menjadi kuota atlet.
Keputusan mengorbankan jatah ofisial pelatih ini diambil demi memberikan kesempatan yang lebih luas bagi atlet lainnya. Langkah visioner ini terbukti membuahkan hasil manis lewat podium nasional yang diraih Akbar.
“Ini buah dari kerja keras dan pengorbanan semua pihak. Kami harus merelakan jatah ofisial pelatih demi memastikan slot atlet kita bertambah ke Jakarta. Hari ini, Rizky membuktikan bahwa keterbatasan anggaran bukan penghalang untuk mengukir prestasi nasional,” ujar Ketua Umum FPTI Kutai Timur, Aji Fahriza Hakim, dengan nada haru.
Beliau juga menambahkan bahwa medali perak ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan usia dini di klub-klub Kutim, seperti EBCC, sudah berjalan di jalur yang benar.
Baca juga : Kutai Timur Raih Juara Umum Kejurprov Panjat Tebing 2025
Medali perak dari nomor Boulder U17 Putra ini barulah sebuah permulaan. Perjuangan kontingen Kaltim, khususnya para jawara dari Kutai Timur, masih jauh dari kata selesai pada ajang yang berlangsung hingga 22 Juni ini.
Rizky Sholeh Akbar bersama rekan-rekannya masih akan turun bertanding di beberapa nomor andalan lainnya, yaitu Lead dan Speed. Melihat grafik performa dan mental bertanding yang terus menanjak, tidak menutup kemungkinan pundi-pundi medali akan kembali bertambah.
Satu hal yang pasti, keberhasilan hari ini mengirimkan pesan jelas ke seluruh penjuru tanah air: Pemanjat dari Sangatta kini mulai bangkit, melawan, dan siap merajai panggung nasional. (Put/Dr)






