HeadlineKriminalKutai Kartanegara

Hari Kedua Pencarian, Nelayan Muara Badak Ditemukan Meninggal

Upnews.id, Kukar – Seorang nelayan bernama Muhammad Rizal (33) dilaporkan terseret arus saat menjaring udang di perairan Muara Badak Ulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Peristiwa tersebut terjadi saat korban tengah beraktivitas di perairan dan diduga tidak mampu mengendalikan diri akibat kuatnya arus.

Setelah menerima laporan dari warga, Tim SAR Gabungan segera melakukan operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban. Pada hari kedua pencarian, Jumat (1/5), tim memulai kegiatan dengan briefing pada pukul 07.00 WITA untuk menentukan strategi penyisiran.

Baca juga : Nelayan Muara Badak Hilang Saat Jaring Udang

Operasi SAR dilakukan dengan menyisir area seluas kurang lebih 2 nautical mile persegi (NM²) di sekitar lokasi kejadian perkara (LKP), dengan fokus pencarian mengarah ke hilir mengikuti arus.

Komandan SRU, Nur Ngalim, S.E, dalam keterangannya menyampaikan bahwa “Pada pukul 07.50 WITA, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia.

“Korban ditemukan pada jarak sekitar 200 meter dari lokasi awal kejadian ke arah hilir. Korban ditemukan pada koordinat 0°20’53.0″S dan 117°27’07.4″E.” jelasnya.

Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.” Setelah proses evakuasi selesai, Tim SAR Gabungan melaksanakan debriefing pada pukul 08.30 WITA. Berdasarkan hasil evaluasi, operasi SAR diusulkan untuk ditutup dan seluruh unsur yang terlibat kembali ke satuannya masing-masing.

Dalam operasi tersebut setidaknya berbagai peralatan dikerahkan, di antaranya Rescue Car, Rubber Boat Basarnas, perahu milik BPBD Kutai Kartanegara, speed boat TNI AL Marang Kayu, perahu Disdamkar Muara Badak, serta armada milik warga dan nelayan setempat.

Selain itu, tim juga menggunakan peralatan pendukung seperti perlengkapan SAR air, peralatan selam, komunikasi, dan medis guna menunjang kelancaran operasi. Unsur yang terlibat dalam operasi ini meliputi Tim Rescue Basarnas Balikpapan, TNI AL Marang Kayu, BPBD Kutai Kartanegara, Disdamkar Muara Badak, relawan dari Kukar dan Samarinda, keluarga korban, serta masyarakat nelayan sekitar.

Baca juga : Mesin Pabrik Rumput Laut di Muara Badak Dianggarkan Sebesar Rp22 Miliar

“Kami mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat yang telah bekerja maksimal dalam operasi ini hingga korban berhasil ditemukan,” tambah Ngalim.

Selama proses pencarian, tim menghadapi kendala berupa gelombang yang cukup besar serta potensi bahaya dari habitat hewan buas seperti buaya. Meski demikian, operasi berjalan lancar hingga korban berhasil ditemukan. (Put/Dr)

Baca Juga

Back to top button