ASDP Lirik Rute Bontang-Mamuju, Target Realisasi Tahun Ini
upnews.id BONTANG – Rencana pembukaan rute pelayaran yang menghubungkan Kota Bontang dengan Mamuju, Sulawesi Barat, menunjukkan progres signifikan. Terbaru, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah menyambangi Bontang untuk melakukan koordinasi teknis terkait pembukaan jalur baru tersebut.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut, pihak ASDP mensyaratkan tersedianya dermaga yang mampu menampung kapal jenis roll-on/roll-off (Ro-Ro) di Pelabuhan Loktuan.
Saat ini, dokumen kajian terkait rute tersebut telah diserahkan kepada ASDP. BUMN penyedia jasa penyeberangan tersebut menjamin hasil kajian akan keluar pada pekan depan.
“Sudah ada BUMN yang berminat serius. Saya sangat yakin rute ini segera terwujud pada tahun ini,” ujar Agus Haris saat memberikan keterangan, Sabtu (18/4/2026).
Pembukaan rute Mamuju ini diproyeksikan bakal menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi kedua wilayah. Mamuju, yang dikenal sebagai salah satu lumbung hasil pertanian, diharapkan dapat menyuplai kebutuhan logistik ke Kota Taman dengan lebih mudah.
Selain aspek logistik, faktor tingginya mobilitas masyarakat juga menjadi alasan kuat. Banyaknya warga Bontang yang berasal dari Mamuju menciptakan potensi pasar penumpang yang besar.
“Kami menginginkan kapal jenis Ro-Ro agar angkutan barang maupun penumpang bisa terakomodasi sekaligus,” tambah Agus Haris. Ia juga menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Mamuju telah memberikan lampu hijau secara lisan saat kunjungan kerja sebelumnya.
Menindaklanjuti syarat dari ASDP, Agus Haris meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang untuk segera merespons kebutuhan pembangunan fasilitas sandar kapal Ro-Ro.
Menurutnya, pembangunan dermaga tersebut tidak memerlukan waktu lama karena hanya memerlukan konstruksi kawasan landai atau pelengsengan dengan material baja agar kendaraan bisa keluar-masuk kapal dengan lancar.
“Dahulu pernah ada tempat labuhnya, tinggal kita rehabilitasi saja. Mudah-mudahan bisa segera dianggarkan di APBD Perubahan. Fokusnya pada pembangunan baja pelengsengan saja,” pungkasnya. (He/em)





