Kutai Timur

Perluas Akses Kesehatan, RSUD Muara Wahau Mulai Masuk Tahap Persiapan

Upnews.id, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) mulai mematangkan rencana pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Wahau. Kehadiran rumah sakit ini diharapkan bisa memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Muara Wahau, Kombeng hingga kawasan perbatasan.

Rencana tersebut kembali dibahas dalam audiensi Pemkab Kutim melalui Dinas Kesehatan bersama Universitas Mulawarman (Unmul) di Ruang Kerja Bupati Kutim, Kamis (23/7/2026).

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, pembangunan rumah sakit di Muara Wahau sebenarnya bukan gagasan baru. Rencana tersebut sudah dibicarakan sejak 2011 dan kini mulai masuk ke tahap persiapan yang lebih konkret.

“Rumah Sakit Pratama itu memang menjadi rumah sakit penyangga bagi wilayah sekitar yang jauh dari rumah sakit utama. Kalau di Kutai Timur, rumah sakit utama kita ada di Sangatta,” ujar Ardiansyah.

Menurutnya, luasnya wilayah Kutim membuat pemerataan fasilitas kesehatan menjadi pekerjaan penting pemerintah daerah. Karena jarak antara satu kawasan dengan kawasan lainnya cukup jauh, masyarakat membutuhkan fasilitas kesehatan yang lokasinya lebih dekat.

Pemkab Kutim sebelumnya juga telah membangun RSUD Sangkulirang dan RSUD Muara Bengkal. Selanjutnya, Muara Wahau menjadi salah satu kawasan yang diprioritaskan untuk pembangunan rumah sakit.

“Sudah dibangun satu RSUD Sangkulirang, dan satu RSUD Muara Bengkal. Nah selanjutnya, kami akan membangun RSUD Muara Wahau,” katanya.

Muara Wahau sendiri dinilai memiliki perkembangan yang cukup pesat. Kawasan yang awalnya berkembang sebagai daerah transmigrasi tersebut kini tumbuh menjadi kawasan industri perkebunan dan berpotensi terus berkembang seiring masuknya berbagai aktivitas industri.

Pertumbuhan kawasan tersebut otomatis ikut meningkatkan kebutuhan terhadap berbagai fasilitas publik, termasuk pelayanan kesehatan.

Posisi Muara Wahau yang berdekatan dengan wilayah Kabupaten Berau juga menjadi salah satu pertimbangan. Rumah sakit nantinya tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat Kutim, tetapi juga berpotensi menjadi pilihan pelayanan kesehatan bagi warga dari wilayah perbatasan.

“Warga-warga di Kabupaten Berau yang berbatasan dengan Kombeng-Wahau juga akan lebih mendapatkan kemudahan fasilitas,” jelas Ardiansyah.

Selain itu, Muara Wahau berada di jalur perlintasan menuju wilayah Kutim. Dengan kondisi tersebut, keberadaan rumah sakit dinilai semakin penting sebagai fasilitas kesehatan rujukan di kawasan tersebut.

“Apalagi itu menjadi perlintasan dari arah masuk ke sini. Rumah sakit di sana memang sungguh dibutuhkan,” imbuhnya.

Ardiansyah menegaskan, pembangunan RSUD Muara Wahau juga masuk dalam visi dan misi pemerintah daerah, khususnya dalam memperkuat sektor kesehatan.

Untuk memastikan rencana tersebut berjalan sesuai kebutuhan, Pemkab Kutim melalui Dinas Kesehatan menggandeng Unmul untuk menyusun Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan pada 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati, mengatakan penyusunan FS menjadi salah satu tahapan awal sebelum pembangunan masuk ke tahap berikutnya.

“Di tahun 2026 ini kita berproses untuk melanjutkan agenda persiapan pembangunan RSUD Muara Wahau. Agenda kita tahun ini adalah penyusunan FS atau studi kelayakan, di mana kita bekerja sama dengan Universitas Mulawarman,” jelasnya.

Perwakilan Unmul, Ratno Adrianto, menyampaikan pihaknya akan menyusun kajian tersebut dengan melihat berbagai aspek yang berkaitan dengan kelayakan pembangunan rumah sakit.

Tim Unmul juga akan turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi lapangan, termasuk aspek perizinan dan ketersediaan sumber daya pendukung seperti air.

“Universitas Mulawarman diberi tugas dan tanggung jawab dalam kerja sama ini untuk menyelesaikan feasibility study sebagai dasar awal untuk melihat kelayakan pembangunan rumah sakit di Kecamatan Muara Wahau,” katanya.

Ratno berharap survei lapangan dan kajian yang dilakukan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi sebenarnya di lokasi pembangunan.

“Besok saya dan tim akan melalukan survey ke lapangan. Harapannya, dari feasibility study ini nanti mendapatkan gambaran dan informasi terkait kondisi realitas bahwa rumah sakit tersebut layak untuk dibangun di Kecamatan Muara Wahau,” jelasnya.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, pembangunan RSUD Muara Wahau diharapkan mampu memangkas jarak masyarakat pedalaman dan kawasan perbatasan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

Lebih jauh, kehadiran rumah sakit ini diharapkan menjadi bagian dari upaya Pemkab Kutim memperkuat infrastruktur kesehatan sekaligus memastikan pelayanan kesehatan bisa dirasakan lebih merata.(Ir/Nt/Dr)

Baca Juga

Back to top button