Kutai Timur

Simbol Persatuan di Gazebo Magetan: Bupati Ardiansyah Tegaskan Keberagaman adalah Kekuatan Emas Kutim

upnews.id SANGATTA – Sebuah bukti nyata kehangatan dan kebersamaan kembali terpampang di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Gazebo sederhana namun penuh makna di Jalan Kaswari Munthe, Desa Swarga Bara, kini resmi menjadi pusat silaturahmi Paguyuban Keluarga Magetan Cabang Kutim. Berkat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Swarga Bara, tempat ini tak sekadar bangunan fisik, melainkan rumah kedua bagi ratusan perantau yang merindukan persaudaraan di tanah rantau.

Momen syukuran peresmian yang berlangsung khidmat dan hangat pada Sabtu (25/7/2026) malam ini dihadiri langsung oleh Bupati Kutim, H. Ardiansyah Sulaiman, didampingi istri Ny. Hj. Siti Robiah selaku Pembina Paguyuban, Kepala Desa Swarga Bara Wahyuddin Usman, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang antusias.

Keberagaman sebagai Anugerah Terindah
Dalam arahannya, Bupati Ardiansyah Sulaiman mengapresiasi keberadaan paguyuban daerah sebagai perekat sosial yang vital. Menurutnya, kekayaan suku dan budaya yang hidup berdampingan di Kutim adalah anugerah luar biasa yang harus dijaga, bukan dijadikan sekat.

“Kita hidup di tengah keberagaman yang luar biasa, termasuk hadirnya saudara-saudara kita dari Magetan. Mari kita jadikan ini sebagai kekuatan besar untuk membangun daerah, bukan sumber perpecahan. Sejarah mengajarkan bahwa persatuan yang rapuh berisiko memisahkan kita, namun dengan rasa hormat dan persaudaraan, kita kokoh berdiri bersama,” tegas Bupati Ardiansyah.

Lebih jauh, ia mengaitkan semangat persatuan ini dengan kemegahan sejarah daerah. “Kita bangga dengan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat yang berusia 40.000 tahun. Sejak zaman purba, wilayah ini adalah tempat hidup berbagai peradaban. Tugas kita melanjutkan jejak itu: hidup rukun, bersatu, dan memajukan Kutim,” tambahnya penuh semangat.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Keluarga Magetan Cabang Kutim, Sarkun, menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Di usia organisasi yang baru menginjak satu tahun, antusiasme warga sangat tinggi—tercatat 132 Kepala Keluarga telah bergabung aktif.

“Terima kasih tak terhingga kepada Pemerintah Desa Swarga Bara. Gazebo ini mungkin sederhana bentuknya, namun nilainya tak terukur bagi kami. Ini adalah bukti bahwa kami tidak sendiri di tanah perantauan,” ujar Sarkun.

Paguyuban ini berkomitmen hadir bukan hanya untuk kumpul-kumpul, melainkan menjadi garda terdepan kepedulian sosial. Sejumlah program unggulan telah disiapkan: pengajian rutin, santunan anak yatim, dukungan bagi pondok pesantren, hingga jaring bantuan cepat bagi anggota yang sakit atau tertimpa musibah.

Acara pun semakin berkesan dengan tausiah inspiratif dari Ustaz Purnoto yang mengingatkan bahwa silaturahmi adalah jalan menuju rezeki yang lapang dan umur yang penuh keberkahan.

Gazebo ini akhirnya berdiri tegak sebagai simbol indah: tempat merawat akar budaya asal, sekaligus menanamkan tunas persatuan yang kokoh demi kemajuan dan kesejahteraan seluruh masyarakat Kutai Timur. (Ir/adv)

 

Baca Juga

Back to top button